Nyaru Jadi Penjual Kopi, 2 PSK Diamankan Satpol PP

Sigit Dzakwan, Sindo TV · Senin 02 April 2018 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 02 340 1881004 nyaru-jadi-penjual-kopi-2-psk-diamankan-satpol-pp-hCMCtV8zTH.jpg foto: Illustrasi Okezone

KOBAR - Dua orang pekerja seks komersial (PSK) diamankan petugas Satpol PP Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng dari sebuah warung remang-remang di eks lokalisasi Kalimati Lama, Senin (2/4/2018) dini hari.

Operasi itu dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik prostitusi disejumlah warung kopi terhadap rencana penutupan lokalisasi di sejumlah tempat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam waktu dekat.

Kasatpol PP dan Damkar Kobar Majerum melalui Komandan Regu 3 Satpol PP, Sayid Abdul Badawi menuturkan, ada tiga lokasi warung kopi berkedok prostitusi di wilayah Kobar yang dilakukan patroli.

Di lokasi eks Kalimati Lama, Desa Pasir Panjang yang dekat dengan Dusun Dukuh Mola (Lokalisasi Kalimati Baru), Kecamatan Arut Selatan ditemukan 2 PSK yang tengah mangkal.

“Di lokasi pertama kita hanya menjumpai dua PSK yang sedang menunggu tamunya, saat kita pancing memang benar ia bekerja sebagai PSK,” ujar Badawi, di kantornya, Senin (2/4/2018) siang.

Badawi meneruskan, pada lokasi eks Kalimati Lama, ada 7 hingga 10 warung kopi yang menyediakan kamar bilik bagi para tamu hidung belang yang ingin memuaskan nafsu birahinya bersama para PSK. Pada kamar-kamar di warung kopi juga disediakan pintu rahasia lainnya agar sewaktu-waktu apabila ada razia tamu dan PSK dapat kabur melalui pintu tersebut.

“Jadi begitu kita bawa dua PSK masuk dalam mobil untuk di bawa ke kantor, tamu yang di warung lain sudah tancap gas melihat kita, karena kendala kita di lapangan ke kurangan anggota,” imbuhnya.

Badawi melanjutkan, lokasi kedua yakni di jalan poros Ahmad Yani, Bundaran Jagung, Kecamatan Pangkalan Lada, ada sekitar 6 warung kopi yang menyediakan hal serupa. Sementara itu juga ada warung kopi di Sungai Rengas, Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng yang juga berjejer warung kopi plus-plus.

“Rencana penutupan lokalisasi ini jangan sampai mereka melakukan aktivitas di luar, untuk itu kita selalu monitor warung kopi yang berkedok prostitusi,” imbuhnya.

Badawi menegaskan, untuk menekan terjadinya prostitusi di warung kopi dan tempat lainnya, satpol PP terus menggiatkan operasi razia rutin. Sebab Kobat harus bersih dari praktk prostitusi pada 2019.

“Jangan sampai lokalisasinya di tutup nanti malah mereka sudah siap di warung kopi yang berkedok prostitusi," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini