nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Kebijakan Menkominfo, Pengusaha Pulsa Bakar Ratusan Kartu Perdana

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 02 April 2018 14:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 02 519 1880995 tolak-kebijakan-menkominfo-pengusaha-pulsa-bakar-ratusan-kartu-perdana-wYGPOebwO1.jpg Demonstrasi ratusan pengusaha pulsa di Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG – Pemberlakuan registrasi satu orang untuk maksimal tiga nomor telepon seluler mulai mengundang pro-kontra masyarakat dan dianggap merugikan pengusaha pulsa. Hal itu sebagaimana terjadi di Kota Malang, Jawa Timur.

Sebanyak ratusan orang dari Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) menggelar aksi menolak peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) terkait peraturan pembatasan nomor tersebut.

Mereka membawa ratusan poster bertuliskan tuntutan. Bahkan, massa sampai memenuhi jalan di depan Gedung DPRD Kota Malang.

Juru Bicara KNCI Malang Raya Zulham Mubarak menyatakan aksi ini sebagai penolakan kebijakan Menkominfo dan dilakukan serentak di 27 daerah di Indonesia. Di Jawa Timur sendiri ada tiga daerah yang berpartisipasi yakni Kota Surabaya, Malang, dan Madura.

"Kami minta Menkominfo membatalkan kebijakan satu NIK (nomor induk kependudukan) untuk maksimal tiga nomor, karena ini berdampak signifikan kepada kami yang menggantungkan diri dari usaha konter," ujarnya di lokasi demonstrasi, Senin (2/4/2018).

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima, omzet di beberapa konter pulsa di Malang Raya setidaknya mengalami penurunan hampir 80 persen sejak diberlakukan kebijakan tersebut.

"Saat ini harga paket data sangat mahal. Masyarakat memilih membeli kartu perdana, paket data baru sekali pakai. Itulah yang mampu menghidupi kami. Margin keuntungan bisnis seluler tipis. Di sisi lain produsen provider kartu terus memaksa kami menjual kartu. Maka, kerugian kami yang menanggungnya. Kami harus lakukan apa? Jika satu komponen hilang maka kami akan bangkrut," keluh Zulham yang juga pemilik konter pulsa.

Sesuai laporan yang ada, setidaknya ada Rp430 miliar atau hampir setengah triliun perputaran uang dari bisnis seluler di seluruh Indonesia. Dikhawatirkan bila kebijakan satu NIK maksimal tiga nomor akan mematikan usaha-usaha konter pulsa berskala kecil.

"Jika di Malang Raya ini setiap kelurahan setidaknya ada 10 konter kecil, dan satu konter membawahi 40 konter kecil. Maka, bisa dibayangkan berapa usaha konter kecil yang tutup jika diberlakukan kebijakan tersebut," lanjutnya.

Dalam orasinya, massa juga menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menkominfo Rudiantara bila terus melaksanakan kebijakan tersebut tanpa evaluasi dalam penerapannya.

Tidak hanya berorasi menyampaikan tuntutan, massa aksi juga membakar ratusan kartu perdana dari berbagai provider, sehingga membuat asap tebal membumbung tinggi menyelimuti sekitar Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang.

Beberapa perwakilan massa diterima anggota dewan untuk bernegosiasi di dalam gedung DPRD. Perwakilan dewan yang menerima, Arief Hermanto, berjanji meneruskan aspirasi massa ke pemerintah pusat di Jakarta.

"Kami lembaga DPRD akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat. Kita harus berjuang bersama-sama," teriak Arief Hermanto saat menemui massa usai negosiasi.

Setelah tuntutannya diterima anggota dewan, massa membubarkan diri secara tertib dengan kawalan ketat ratusan petugas kepolisian.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini