nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengakuan Pembunuh Beruang Madu: Dagingnya Direndang lalu Dimakan

ant, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 18:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 03 340 1881641 pengakuan-pembunuh-beruang-madu-dagingnya-direndang-lalu-dimakan-KUTmr8XP7m.jpg Salah Satu Beruang Madu yang Dibantai 4 Warga Inhil, Riau (foto: Ist)

PEKANBARU - Tersangka pembantai beruang madu di Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau mengaku mengkonsumsi daging satwa yang dilindungi tersebut dengan cara dimasak rendang lalu dimakan bersama.

"Dagingnya kami makan, kalau saya dimasak rendang," kata salah seorang tersangka berinisial ZDS di Pekanbaru, Selasa (3/4/2018).

(Baca Juga: Bunuh dan Cincang 3 Beruang Madu, 4 Warga Inhil Riau Ditangkap)

Selain direndang, daging satwa dilindungi yang sama sekali tidak wajar dikonsumsi manusia normal itu juga diolah menjadi masakan lain, seperti sop dan gulai.

ZDS dan tiga tersangka lainnya masing-masing JS, GS dan E mengaku sama sekali tidak berniat untuk menjerat beruang madu (Helarctos malayanus) yang tidak hanya dilindungi oleh pemerintah Indonesia, melainkan dunia internasional tersebut.

"Kami awalnya hanya berniat menjerat babi. Tapi yang dapat beruang dan kami olah sama-sama. Dagingnya di bagi-bagi," tuturnya seraya mengaku tidak mengetahui bahwa beruang merupakan salah satu jenis satwa dilindungi.

Selain memakan daging beruang, ZDS juga mengatakan mengambil empedu satwa berbulu hitam dan bercakar tajam tersebut untuk obat sesak nafas.

Sementara Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, sejauh ini para tersangka mengaku tidak memiliki motivasi ekonomi di balik insiden pembantaian beruang tersebut.

"Mereka mengaku hanya untuk konsumsi, meski sejatinya niat mereka menjerat babi. Tapi ini masih terus kami selidiki," kata Suharyono.

Seluruh tersangka kini mendekam di balik jeruji atas perbuatannya. Mereka diancaman hukuman 5 tahun penjara karena melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya.

Keempat tersangka pria yang mayoritas berusia 40 tahun itu sebelumnya dibekuk oleh tim gabungan Gakkum Wilayah II dan Polres Indragiri Hilir pada Senin 2 April kemarin, pasca membantai beruang madu. Haryono mengatakan, pembantaian tersebut dilakukan dua kali pada 31 Maret dan 1 April 2018.

Namun, aksi mereka terlacak petugas setelah keempat tersangka mengunggah pembantaian satwa dilindungi tersebut di media sosial, Facebook. Hingga akhirnya, unggahan itu menjadi viral dan menjadi atensi KLHK.

(Baca Juga: Bantai Beruang Madu, 4 Warga Inhil Diperiksa Balai Penegakan Hukum LHK)

"Dari postingan di 'Facebook' kami langsung bergerak cepat melacak jejak mereka. Kami pastikan dulu apakah itu benar di Riau atau tidak," ujarnya.

Dari tangan para tersangka, pihaknya turut menyita sejumlah organ tubuh beruang seperti cakar, kulit, kepala dan bagian paha. Namun, mayoritas organ itu tidak ada lagi daging yang menempel.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini