nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PDIP Surabaya All Out Perbesar Suara Gus Ipul-Puti Guntur

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 02:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 03 519 1881259 pdip-surabaya-all-out-perbesar-suara-gus-ipul-puti-guntur-1R3TspMOdf.jpg Acara konsolidasi pemenangan Gus Ipul-Puti Guntur PDIP Surabaya (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - PDI P Surabaya akan bekerja all out untuk memperbesar suara dukungan terhadap Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno dalam pilgub Jatim yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 mendatang.

Dimana kader PDIP bekerja siang dan malam bergerak dari rumah ke rumah, masuk dan keluar kampung untuk meyakinkan pemilih agar memilih Gus Ipul-Puti Guntur.

"Kami bekerja all out untuk memperbesar suara dukungan bagi Gus Ipul - mbak Puti Guntur, nomor 2. Siang malam bergerak dari rumah ke rumah untuk meyakinkan pemilih supaya mencoblos Gus Ipul - mbak Puti Guntur," terang Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana, Senin 2 April 2018.

 (Baca: Relawan Jokowi Fokus Garap Suara Milenial untuk Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno)

Menurutnya, PDI Perjuangan sudah bersyukur dapat “hadiah” Puti Guntur yang merupakan cucu Bung Karno. Mesin organisasi PDIP otomatis bergerak ke bawah, bukan ke atas (elite).

Disinggung turunnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Jatim untuk memenangkan Khofifah-Emil, Whisnu menilai tidak akan berefek serius pada kenaikan elektoral Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2018.

“Efeknya tidak serius. Pak SBY dan Mas AHY malah mirip jalan-jalan ya ke Jawa Timur, muncul di plaza seperti anak milenial, ketimbang bekerja serius untuk menambah suara,” ucap Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Apalagi ia melihat, sambung Whisnu, AHY lebih tepat ingin mempopulerkan dirinya sendiri. Diprediksi hal tersebut untuk kepentingan Pilpres 2019, dengan memanfaatkan Khofifah yang tengah running di Pilkada Jawa Timur. PDIP sampai saat ini belum ingin menghadirkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di Jawa Timur untuk kampanye bagi Gus Ipul - Puti Guntur Soekarno. Dimana cukup ditangani pengurus partai tingkat kota dan kabupaten.

"Level PAC (kecamatan) dan Ranting (kelurahan), juga Anak Ranting (RW). Ibu Ketua Umum banyak yang harus ditangani. Jadwal kampanye Ibu pasti ada, tapi nanti, entah kapan,” tandas Whisnu.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC PDIP Trenggalek Doding Rahmadi. Ia menyatakan turunnya SBY dan AHY ke Jawa Timur tidak ada pengaruhnya bagi rakyat di pedesaan, seperti Trenggalek. Apalagi di sini, Emil meninggalkan janji-janji kampanye Pilkada 2015, yang banyak terbengkalai.

Janji-janji terbengkalai itu, saat ini harus dihandle Plt Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin, menggantikan Emil yang cuti. Satu per satu ditangani Wabup Arifin. Mulai gizi buruk, kemiskinan, perbaikan jalan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Apakah cidera orang Trenggalek karena ditinggal Emil Dardak, lantas bisa diobati Pak SBY dan AHY? Tidak! Ingatan orang Trenggalek tidak pendek atas dosa Emil Dardak yang berupaya meninggalkan sumpah jabatannya,” kata Doding.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini