nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petani Garam di Surabaya Doakan Khofifah Jadi Gubernur Jatim

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 08:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 03 519 1881295 petani-garam-di-surabaya-doakan-khofifah-jadi-gubernur-jatim-OWY9kukfMs.jpg Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa bertemu petani garam saat kunjungan ke Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Jatim, Senin (2/4/2018). (Foto: Ist)

SURABAYA – Petani garam yang ada di Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Jawa Timur, mendoakan Khofifah Indar Parawansa menjadi gubernur Jatim. Doa tersebut dibacakan di hadapan calon gubernur nomor urut 1 ketika mendatangi petani garam di Pakal, Senin (2/4/2018).

Petani garam menilai Khofifah sangat pantas memimpin Jatim pada lima tahun ke depan. Para petani garam pun berharap nasibnya bisa lebih diperhatikan, terutama mengenai kesejahteraan.

"Terus terang warga Kota Surabaya menginginkan sampeyan jadi Gubernur Bu dan tidak boleh tidak, Ibu Khofifah ini harus jadi. Kalau dulu Pakde Karwo, sekarang Bude Khofifah," terang Ketua Petani Garam Kecamatan Pakal, Kholik.

Selain menyampaikan dukungannya, sejumlah petani garam juga meminta Khofifah jika menjadi gubernur Jatim bisa menstabilkan harga garam. Itu karena selama ini harga garam yang tidak stabil membuat nasib petani kurang baik.

"Pasalnya sekarang biaya sewa mahal. Jika harga garam di bawah Rp1 juta per ton, petani garam akan mengalami kerugian. Inflasi menyebabkan kerugian petani. Sementara ongkos transportasi juga sangat mahal," ucap Kholik.

(Baca Juga: PDIP Surabaya All Out Perbesar Suara Gus Ipul-Puti Guntur)

Sementara itu, Khofifah mengatakan ingin meningkatkan kesejahteraan petani garam dengan menaikkan harga eceran tertinggi (HET). Cara itu diupayakan untuk melindungi petani garam yang seringkali mengalami nasib kurang baik.

"Hari ini, kebetulan saya bertemu dengan petani garam di Kecamatan Pakal. Mereka memang mengonfirmasi ingin menyampaikan perihal harga garam, impor garam, dan juga bagaimana perlindungan terhadap petani garam," kata Khofifah.

Seperti tahun kemarin, sambung Khofifah, pemerintah menetapkan HET sampai Rp1.500 per kilogram (kg). Berarti mereka sudah untung kalau harga di atas Rp1.000 per kg, tapi pernah harga garam ini menurun hingga mencapai Rp300 per kg.

(Baca Juga: Relawan Jokowi Fokus Garap Suara Milenial untuk Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno)

"Pada saat harga turun drastis mereka tidak mendapatkan profit karena untuk biaya operasionalnya tidak cukup. Saya berharap ada pembatasan impor garam industri. Sehingga nantinya petani tidak akan lagi mengalami kerugian pada saat panen," ujar Khofifah.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini