Istri Pengacara China yang Ditahan Berjalan Kaki 100 kilometer Demi Cari Tahu Nasib Suaminya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 17:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 04 18 1882069 istri-pengacara-china-yang-ditahan-berjalan-kaki-100-kilometer-demi-cari-tahu-nasib-suaminya-VSQs96yFO1.jpg Li Wenzu akan menempuh perjalanan 100 kilometer menuju Tianjin dengan berjalan kaki untuk mencari jawaban atas penangkapan suaminya. (Foto: Reuters)

BEIJING – Istri dari seorang pengacara yang ditahan Pemerintah China akan melakukan demonstrasi dengan berjalan sejauh lebih dari 100 kilometer (km) dari Beijing ke Tianjin sebagai bentuk protes. Sang istri meyakini bahwa suaminya ditahan di Tianjin tanpa diperbolehkan melakukan kontak dengan orang lain dan menuntut pihak berwenang untuk menjelaskan alasan penangkapannya.

BACA JUGA: Kritik Partai Komunis China, Pengacara HAM Disidang

Pengacara Wang Quanzhang yang mengambil kasus sensitif terkait keluhan penyiksaan yang dilakukan oleh polisi sebagai pembela pengikut gerakan Falun Gong yang dilarang. Wang hilang pada Agustus 2015 saat pemerintah melakukan operasi penangkapan para aktivis hak asasi.

Sejak itu, Istrinya, Li Wenzu, tidak banyak mendengar tentang nasib suaminya meskipun pihak berwenang mengatakan kepada pengacara Wang bahwa dia telah ditahan. Baik Li maupun pengacara tidak diizinkan menemuinya.

“Kami berjalan untuk mencari jawaban dari sistem hukum China. Apakah China benar-benar negara dengan aturan hukum? " kata Li kepada reporter di kantor pengaduan Mahkamah Agung Rakyat China sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (4/4/2018).

"Selama 999 hari terakhir, kami telah mencoba segala cara legal yang mungkin untuk mencari tahu apa yang telah terjadi padanya, tetapi belum ada hasil," Biro keamanan publik dan departemen kehakiman China tidak memberi komentar mengenai hal ini.

Pada 9 Juli 2015, pihak berwenang China meluncurkan apa yang disebut oleh kelompok hak asasi sebagai upaya terkoordinasi untuk menghentikan gerakan hak asasi di China. Operasi tersebut disebut sebagai tindakan "709", sesuai dengan tanggal diluncurkannya.

Pada saat itu, surat kabar resmi dari Partai Komunis yang berkuasa, People’s Daily, menggambarkan beberapa tokoh terkemuka yang ditahan sebagai "geng kriminal utama yang telah merusak tatanan sosial".

Hampir tiga tahun kemudian, sebagian besar dari mereka yang ditahan telah dijatuhi hukuman dan berada di penjara atau dikenakan tahanan rumah. Banyak dari mereka membuat pengakuan publik dan dijatuhi hukuman dalam apa yang dikatakan keluarga mereka adalah pengadilan rahasia atau tertulis.

Kasus Wang tidak biasa karena tidak kabar mengenai nasibnya yang telah dirilis.

Li telah menjadi aktivis menggantikan suaminya. Dengan dukungan dari keluarga lain yang terkena dampak dari tindakan keras Pemerintah China tersebut. Dia secara teratur mengunjungi pengadilan untuk mengajukan laporan orang hilang.

Dia memperkirakan akan butuh 12 hari untuk berjalan ke Tianjin, melewati peringatan 1.000 hari hilangnya sang suami.

Dalam perjalanan tersebut, Li akan ditemani oleh Wang Qiaoling, istri dari pengacara hak-hak terkemuka lainnya, Li Heping. Suami Wang Qiaoling dijatuhi hukuman percobaan tiga tahun atas tuduhan subversi pada April lalu.

BACA JUGA: Sebut Xi Jinping Tak Pantas Pimpin Negara, Izin Pengacara China Dicabut

Li mengatakan pihak berwenang terus mengawasinya dan dia merahasiakan rencananya untuk melakukan perjalanan protes tersebut.

"Saya tidak mengirim apa pun secara publik, kalau tidak mereka pasti tahu dan menghentikan saya," ujarnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini