nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Empat Beruang Madu di Inhil Dibunuh, Berikut Kronologinya

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 07:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 04 340 1881813 empat-beruang-madu-di-inhil-dibunuh-berikut-kronologinya-rgzgw6gtWp.jpg Beruang madu dibunuh lalu dicincang warga Inhil, Riau. (Foto: Ist)

PEKANBARU – Pihak Polres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dan pihak Penegak Hukum (Gakkum) Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menangkap empat pembantai beruang madu. Dari pengakuan mereka, sudah empat satwa dilindungi ini yang dibunuh.

"Hasil interogasi, empat pelaku menyatakan sudah membunuh empat ekor beruang. Dagingnya dimakan oleh mereka dan sebagian lain diberi ke warga," ucap Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, Selasa (3/4/2018).

Dia mengatakan, kronologi pembantaian satwa langka itu terjadi pada 18 Maret 2018, tersangka JPDP (50) bersama temannya Eko memasang jerat babi di Parit XI Desa Mumpa Kecamatan Tempuling, Inhil, sebanyak 50 unit.

Kemudian pada 31 Maret 2018, JPDP menyuruh tersangka GS (34), JSS (51), dan PB (31) melihat jerat yang telah dipasang. Sesampainya di lokasi, mereka melihat tiga ekor beruang terjerat.

"Saat itu mereka melihat dua ekor masih dalam keadaan hidup dan satu ekor sudah mati," ucapnya.

Terhadap dua ekor beruang itu, ketiganya langsung membunuh beruang itu menggunakan kayu dan tombak. Setelah memastikan beruang itu mati, ketiga membawanya ke rumah JPDP. Di sanalah ketiganya membantai beruang itu dengan cara menguliti dan mencincang satwa dilindungi itu.

(Empat pembantai beruang dan petugas menunjukkan barang bukti kulit beruang. Foto: Banda Haruddin Tanjung)

Usai mencincang bak mematong sapi, mereka pun memasak satwa berbulu lebat itu. Kemudian mereka memakannya beramai-ramai. Tak hanya itu, pelaku juga membagikan daging satwa penyuka madu itu ke warga.

(Baca Juga: Pengakuan Pembunuh Beruang Madu: Dagingnya Direndang lalu Dimakan)

Kemudian pada 1 April 2018, mereka kembali melihat perangkap yang dipasang JPDP. Kali ini mereka menemukan seekor beruang yang masuk perangkap. Kondisinya masih hidup.

"Kemudian mereka mengikat beruang itu dan membawanya ke rumah. Sampai di rumah, beruang tersebut ditembak beberapa kali menggunakan senapan angin. Beruang tersebut akhirnya mati. Mereka kembali mencincang beruang tersebut," tukasnya.

Aksi mereka terbongkar setelah video pembantaian beruang itu tersebar luas di media sosial. Petugas pun berhasil mengendus pelakunya. Setelah itu tim gabungan dari Polres Inhil dan Gakkum LHK membekuk mereka.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini