nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembantaian 4 Beruang Madu di Inhil, Dibunuh lalu Disantap Bareng

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 09:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 04 340 1881838 sadisnya-pembantaian-4-beruang-madu-di-inhil-berikut-kronologinya-ihWjPyUdvA.jpg Para pelaku pembantai beruang madu. (Foto: Banda H/Okezone)

PEKANBARU - Pihak Polres Indragiri Hilir (Inhil), Riau dan pihak Penegak Hukum Kementerian LHK (Gakkum-LHK) menangkap empat pembantai beruang madu. Dari pengakuan mereka, sudah empat satwa dilindungi ini yang jadi mati di tangan mereka.

"Hasil interogasi, empat pelaku menyatakan sudah membunuh empat ekor beruang. Dagingnya dimakan oleh mereka dan sebagian lain diberi ke warga," ucap Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, Rabu (4/4/2018).

Kronologis pembantaian satwa langka itu berawal pada 18 Maret 2018, tersangka JPDP (50) bersama temannya Eko memasang jerat babi di Parit XI, Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Inhil sebanyak 50 unit.

Kemudian pada 31 Maret 2018 JPDP menyuruh tersangka GS (34), JSS (51) dan PB (31) melihat jerat yang telah dipasang. Sesampainya di lokasi mereka melihat tiga ekor beruang terjerat.

"Pada saat itu mereka melihat dua ekor masih dalam keadaan hidup dan satu ekor sudah mati," ucapnya.

(Baca juga: Pengakuan Pembunuh Beruang Madu: Dagingnya Direndang lalu Dimakan)

Terhadap dua ekor beruang itu, ketiganya langsung membunuh menggunakan kayu dan tombak. Setelah dipastikan mati, ketiganya membawa beruang ke rumah JPDP. Di sanalah ketiganya membantai beruang itu dengan cara menguliti dan mencincang satwa dilindungi itu.

Usai mencincang bak mematong sapi, merekapun memasak satwa berbulu lebat itu. Kemudian merekapun memakannya beramai-ramai. Tak hanya itu, mereka pun membagikan daging satwa penyuka madu itu ke warga.

Kemudian pada 1 April 2018, mereka kembali melihat perangkap yang dipasang JPDP. Kali ini mereka menemukan seekor beruang yang masuk perangkap, kondisinya masih hidup.

"Kemudian mereka mengikat beruang itu dan membawanya ke rumah. Sampai di rumah, beruang tersebut ditembak beberapa kali dengan menggunakan senapan angin. Beruang tersebut akhirnya mati. Mereka kembali mencincang beruang tersebut," tukasnya.

Sebelumnya, tersangka pembantai beruang madu, ZDS mengaku mengkonsumsi daging satwa yang dilindungi tersebut dengan cara dimasak rendang lalu dimakan bersama. Selain direndang, daging satwa dilindungi yang sama sekali tidak wajar dikonsumsi manusia normal itu juga diolah menjadi masakan lain, seperti sop dan gulai.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini