nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Arah Industri Masa Depan Jatim Versi Khofifah-Emil Dardak

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 07:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 05 519 1882339 ini-arah-industri-masa-depan-jatim-versi-khofifah-emil-dardak-xM43NuG7iK.jpg Cawagub Jatim nomo urut 1 Emil Dardak (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA – Pasangan nomor urut 1 pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur Khofifah- Emil Dardak memiliki visi untuk ekspor Jawa Timur. Emil Elestianto Dardak memaparkan tentang arah industri masa depan Jawa Timur, terutama di daerah pesisir utara Jatim agar mengutamakan nilai tambah (added value) dan reekspor.

Hal tersebut disampaikan pasangan dari Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim itu ketika mengunjungi PT. Polowijo Gosari Group, Kabupate Gresik, Rabu 4 April 2018. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang industri pupuk dan tambang dolomit.

"Di sini saya mendapatkan gambaran yang luar biasa tentang kekuatan terbesar dari sebuah bangunan besar adalah entrepreneur dari masyarakatnya dan Polowijo bisa berkembang menjadi grup yang luar biasa di capital market dan potensi ke depan," terang Emil

 (Baca: Survei Indo Barometer, Elektabilitas Gus Ipul Unggul dari Khofifah di Pilgub Jatim)

Bupati Trenggalek nonaktif ini menjelaskan, jika perekonomian Jawa Timur ingin benar-benar maju, maka tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah semata. Namun juga melibatkan sektor swasta. Jatim memiliki anggaran Pemprov Rp30 triliun.

Jika dihitung dari total anggaran kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur kurang lebih berkisar di angka Rp200 triliun. Seharusnya bisa lebih lagi bagaimana kemudian katalisnya ini benar-benar sektor swasta.

"Industri ke depan juga harus bertumpu pada nilai tambah dan reekspor. Contohnya dolomit yang diproduksi oleh PT Polowijo Gosari Group merupakan inovasi yang mampu menjadi pupuk organik, bahkan komponen pesawat terbang yang mampu mendorong industri yang memiliki multiplier efek ke sektor lain," ungkapnya.

Inovasi dan nilai tambah ini penting seperti dolomit mendorong industrialisasi multiplier efek yang luar biasa. Sebab mendorong pupuk yang berkualitas tinggi kemudian mendorong sektor pertanian.

 (Baca juga: PDIP Surabaya All Out Perbesar Suara Gus Ipul-Puti Guntur)

Tidak hanya itu pemerintah kedepan harus menjadi katalis inovasi dan orkestrator industri di Jawa Timur. Orkestrator ini berfungsi mensinergikan berbagai potensi industri yang ada di Jawa Timur, salah satu contoh upaya tersebut adalah belanova.

Belanova atau belanja inovasi daerah adalah memanfaatkan peraturan pemerintah tentang inovasi dimana APBD ini bisa kita manfaatkan sebagai katalis inovasi. Permasalahan Jatim tentang tingginya impor bahan baku industri. Kedepannya arah industri Jatim adalah reekspor.

"Apa yang harus didorong oleh Jawa Timur sebisa mungkin reekspor. Kalaupun kita banyak mengimpor bahan baku katakanlah 60 persen untuk memenuhi market yang memang masif di Jawa termasuk Jawa Timur dengan 40 juta penduduk namun kita juga reekspor ke luar misalnya ke Malaysia, dan negara-negara ASEAN," tukas Emil.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini