nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Filipina Bersedia Terima Pengungsi Rohingya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 16:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 06 18 1883133 presiden-filipina-bersedia-terima-pengungsi-rohingya-G54MrrJkzL.jpg Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Lean Daval Junior/Reuters)

MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, menyatakan siap menerima pengungsi etnis Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine State, Myanmar. Mantan Wali Kota Davao City itu meyakini bahwa genosida terjadi di Rakhine State, tempat asal etnis Rohingya.

“Saya benar-benar kasihan dengan orang-orang di sana. Saya bersedia menerima pengungsi. Rohingya, iya. Saya bersedia tetapi harus berbagi dengan Eropa,” ujar Presiden Rodrigo Duterte, melansir dari Inquirer, Jumat (6/4/2018).

Pria berusia 72 tahun itu tidak melanjutkan penjelasannya mengenai niat menerima pengungsi Rohingya. Akan tetapi, Duterte justru menyerang komunitas internasional yang kerap mengkritiknya. Ia mengatakan, komunitas internasional bahwa tidak bisa memecahkan masalah etnis Rohingya di Myanmar.

“Mereka bahkan tidak bisa memecahkan masalah Rohingya. Itu benar-benar genosida, atau mungkin mendekati,” imbuh Rodrigo Duterte. Ia pun sempat menyebut bahwa Aung San Suu Kyi sebagai temannya.

BACA JUGA: Kloter Pertama, Myanmar Cuma Terima 374 Orang Pengungsi Etnis Rohingya 

Begini Antrean Anak-Anak Pengungsi Rohingya Saat Menunggu Bantuan Makanan

(Begini Antrean Anak-Anak Pengungsi Rohingya saat Menunggu Bantuan Makanan. Foto: Reuters)

Pria berjuluk Digong itu beberapa waktu lalu pernah menyarankan kepada Aung San Suu Kyi agar tidak mengindahkan komentar dari kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia (HAM). Ia menyebut kelompok tersebut hanya berisi sekumpulan orang berisik.

“Kita berbicara mengenai negara Anda, kepentingan negara kita, dan saya bilang, ‘Jangan hiraukan para (aktivis) HAM,’ karena mereka sesungguhnya hanya sekumpulan orang berisik,” ujar Rodrigo Duterte kepada Aung San Suu Kyi di New Delhi, India, pada Januari lalu.

BACA JUGA: Presiden Filipina: Aktivis HAM Cuma Sekumpulan Orang Berisik 

Mantan pengacara itu justru merasa kasihan terhadap Aung San Suu Kyi. Sebab, menurut Duterte Suu Kyi terjepit dalam situasi di mana dirinya adalah pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tetapi justru menjadi sasaran kritik karena ada kekacauan di Rakhine State.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini