Share

Dipecat IDI, Terawan Justru Dinilai Bukan Dokter Biasa

Prayudha, Okezone · Jum'at 06 April 2018 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 06 340 1883150 dipecat-idi-terawan-justru-dinilai-bukan-dokter-biasa-3tXks4VbHt.jpg Prof Irawan Yusuf selaku promotor Dokter Terawan ketika di Unhas. (Foto: Prayudha/Okezone)

MAKASSAR – Profesor Irawan Yusuf, selaku promotor Mayjen TNI Terawan Agus Putranto atau dikenal Dokter Terawan ketika menempuh pendidikan doktoral, menyebut bahwa terapi "pencucian otak" yang dicetuskan lulusan Universitas Hasanuddin tersebut merupakan terobosan baru. Melalui penemuan tersebut, ia menyebut Terawan bukanlah dokter biasa.

"Dia berbeda dengan dokter yang ada pada umumnya, melainkan bukan dokter biasa. Hal ini dikarenakan dirinya adalah dokter yang melalui hierarki terstruktur. Jadi jika IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mau melakukan pemecatan, harus melalui proses juga, karenanya Beliau adalah spesialis kesehatan presiden," kata Prof Irawan, Jumat (6/4/2018).

(Baca: Prabowo Ceritakan Pengalamannya Diterapi Dokter Terawan hingga Bisa Pidato 5 Jam)

Prof Irawan melanjutkan, terobosan yang dilakukan kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto tersebut sejatinya adalah hal baru yang bisa saja dilakukan dokter-dokter pada umumnya.

"Semua itu harus melalui uji klinik, dan apa yang dilakukan Dokter Terawan masih tahap awal, serta dalam ilmu kedokteran harus melalui riset, dan proses tersebut melalui proses panjang serta riset yang sangat mendalam," jelasnya.

Meski mendapat standing applause usai memaparkan disertasinya dalam ilmu kedokteran, lanjut Prof Irawan, metode pencucian otak (brain flushing) dengan basis radiologi intervensi untuk mengatasi stroke sejauh ini masih menjadi perdebatan.

(Baca: Sebagai Eks Pasien, Mahfud MD: Terapi Cuci Otak Dokter Terawan Bagus!)

"Dalam ilmu kedokteran selalu saja mengalami perdebatan panjang. Ada yang merasa enak sekali dengan terobosan dokter tersebut dan secara tidak langsung dan pernah muncul di salah satu stasiun TV dan terkesan mempromosikan diri dan dari sudut ilmiah semuanya telah digunakan," bebernya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini