nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB: Myanmar Belum Siap untuk Pemulangan Rohingya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 08 April 2018 18:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 08 18 1883784 pbb-myanmar-belum-siap-untuk-pemulangan-rohingya-d6jLoJxIHq.JPG Warga etnis Rohingya di Maungdaw, Rakhine State, Myanmar (Foto: Reuters)

YANGON – Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Ursula Mueller menyatakan, Myanmar tidak siap untuk repatriasi atau pemulangan pengungsi etnis Rohingya dari Bangladesh. Pernyataan itu dilontarkan usai kunjungannya selama enam hari ke negara tersebut.

“Dari apa yang saya telah lihat dan dengar, tidak ada akses ke layanan kesehatan, kekhawatiran mengenai proteksi, berlanjutnya pemindahan, suatu kondisi yang tidak kondusif untuk kembali,” ungkap Ursula Mueller, melansir dari Reuters, Minggu (8/4/2018).

Perempuan asal Jerman itu mendapatkan akses langka untuk mengunjungi Rakhine State secara langsung. Ia mengunjungi sejumlah area yang paling terkena dampak dari kekerasan di Rakhine. Selain itu, Ursula juga bertemu dengan pejabat dari kementerian pertahanan dan urusan perbatasan, serta pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.

“Saya meminta (pejabat Myanmar) untuk mengakhiri kekerasan dan repatriasi pengungsi dari Cox’s Bazaar harus berlangsung secara sukarela, lewat cara yang terhormat, ketika semua solusi jangka panjang berhasil dicapai,” imbuh Ursula Mueller.

BACA JUGA: Myanmar Kebut Pembangunan Fasilitas untuk Pemulangan Etnis Rohingya 

BACA JUGA: Kloter Pertama, Myanmar Cuma Terima 374 Orang Pengungsi Etnis Rohingya 

Ia meragukan jaminan diberikan pemerintah Myanmar kepada pengungsi Rohingya untuk kembali ke rumah mereka. Sebab, Ursulla menyaksikan sendiri desa-desa yang dihancurkan oleh pemerintah Myanmar. Ia juga tidak pernah mendengar atau melihatnya ada persiapan untuk menyambut kepulangan para pengungsi Rohingya.

Selain isu mengenai kurang kondusifnya situasi, Mueller juga mengungkit masalah keterbatasan akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang rentan. Ia mengaku akan mendorong agar pejabat setempat memberikan akses terhadap bantuan kemanusiaan tersebut.

Sebagaimana diberitakan, ratusan ribu warga etnis Rohingya mengungsi dari Rakhine State ke Cox’s Bazaar, Bangladesh, guna menyelamatkan diri dari operasi militer. Tentara Myanmar mengklaim operasi dilancarkan untuk menghabisi kelompok militan, tetapi dunia internasional meyakini agresi tersebut hampir mendekati pembersihan etnis.

Pemerintah Myanmar dan Bangladesh mencapai kesepakatan pemulangan etnis Rohingya pada November 2017. Dalam kesepakatan disebutkan bahwa Bangladesh harus mendata etnis Rohingya yang bersedia dipulangkan ke Myanmar. Sementara itu, Myanmar diwajibkan membangun shelter di perbatasan untuk menampung pengungsi dalam jangka waktu tertentu sebelum pulang ke asalnya.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini