Image

AS Konfirmasi Komitmen Korut untuk Denuklirisasi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 09 April 2018 10:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 09 18 1883975 as-konfirmasi-komitmen-korut-untuk-denuklirisasi-ITxvZZqgA0.jpg Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku sudah mendapatkan konfirmasi pertama dari Korea Utara (Korut) terkait komitmen mereka untuk denuklirisasi. Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un dikabarkan siap membahas denuklirisasi ketika bertemu Presiden Donald Trump pada akhir Mei.

Sumber dari pejabat pemerintah AS yang namanya dirahasiakan menguraikan, Washington dan Pyongyang menjalin kontak secara rahasia. Selama berhubungan tersebut, Korut menegaskan keinginannya untuk menggelar pertemuan bilateral antarkedua kepala negara.

“Komunikasi yang terjalin dalam tahap awal ini melibatkan pejabat Kementerian Luar Negeri yang berbicara dengan Korea Utara lewat misi PBB dan pejabat intelijen kedua negara menggunakan saluran cadangan,” ujar pejabat pemerintah tersebut, mengutip dari Reuters, Senin (9/4/2018).

Pejabat lain yang namanya juga dirahasiakan menolak menyebut kapan persisnya komunikasi antara Korea Utara dengan AS terjadi. Akan tetapi, ia memastikan bahwa kedua belah pihak sudah melangsungkan sejumlah komunikasi langsung.

“AS telah mengonfirmasi bahwa Kim Jong-un bersedia untuk membahas denuklirisasi Semenanjung Korea,” kata pejabat tersebut.

BACA JUGA: Trump Siap Bertemu Kim Jong-un pada Mei

Rencana pertemuan kedua negara pertama kali diungkapkan saat Utusan Khusus Kepresidenan Korea Selatan, Chung Eui-yong, menyambangi Donald Trump di Gedung Putih. Eui-yong menyampaikan pesan khusus kepada Trump bahwa Kim Jong-un bersedia melakukan denuklirisasi serta ingin bertemu Donald Trump sesegera mungkin.

Korea Utara sendiri masih belum mengutarakan sesuatu mengenai rencana pertemuan Kim Jong-un dengan Donald Trump. Informasi mengenai tanggal dan lokasi pertemuan kedua pemimpin tersebut juga belum diungkap hingga saat ini.

Terkait komitmen denuklirisasi, definisi yang berbeda antara Korea Utara dengan AS mungkin dapat menjadi pengganjal. AS mengartikan denuklirisasi sebagai pelucutan senjata serta penghentian program pengembangan nuklir.

Di sisi lain, Korea Utara berulang kali menegaskan akan mempertimbangkan pelucutan senjata nuklir dengan syarat AS memulangkan pasukannya di Korea Selatan. Korea Utara juga ingin agar AS mencabut pencegahan payung nuklir dari Korea Selatan dan Jepang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini