nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Otoritas Israel Batalkan Rencana Pasangan Palestina untuk Menikah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 09 April 2018 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 09 18 1884097 otoritas-israel-batalkan-rencana-pasangan-palestina-untuk-menikah-BWW1YTQose.jpg Pasangan Omar Mohsan dan Ala Abu Nada batal menikah karena otoritas Israel (Foto: Haaretz)

TEL AVIV – Administrator Warga Sipil Israel melarang sepasang kekasih asal Palestina yang tinggal di Jerman untuk menggelar pesta pernikahan di Jalur Gaza. Pihak administrator beralasan, si perempuan masih terdaftar sebagai penduduk Jalur Gaza meski sudah meninggalkan wilayah itu lebih dari 10 tahun.

Keduanya diberi tahu oleh pihak administrator di Tepi Barat bahwa tidak memenuhi kriteria untuk izin masuk ke Jalur Gaza. Pasangan tersebut akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka.

Wanita bernama Ala Abu Nada itu lahir di Gaza dan pergi ke Jerman sejak 2004 bersama keluarganya. Ia bertemu dengan Omar Mohsan, calon suaminya, yang sedang menuntut ilmu di Jerman dalam konvensi warga Palestina di Malmo, Swedia.

Pada 2017, keduanya lantas mengajukan permohonan kepada administrator warga sipil agar keluarga Abu Nada diberikan izin masuk dari Jalur Gaza ke Hebron, Tepi Barat. Dengan begitu, pihak keluarga dapat menghadiri hari bahagia bagi pasangan Abu Nada dan Omar Mohsan.

Dalam suratnya, administrator berpendapat bahwa perjalanan dari Gaza ke Tepi Barat untuk menghadiri pernikahan hanya akan disetujui jika salah satu dari kedua mempelai tercatat sebagai penduduk Tepi Barat yang menetap di sana.

“Omar memohon izin kepada kedua orangtua saya, yang tinggal di Koln, dan kami pun bertunangan. Sampai pada titik ini kami tidak tahu mengapa mereka menolak izin masuk. Kami hanya ingin menikah dan kembali ke Jerman. Adalah sebuah mimpi untuk bertemu keluarga Omar dan menikah di sana,” ujar Ala Abu Nada, melansir dari Haaretz, Senin (9/4/2018).

Perempuan berusia 20 tahun itu menambahkan, pesta pernikahan rencananya berlangsung pada Jumat 6 April. Abu Nada mengaku belum sama sekali dihubungi oleh otoritas Israel. Ia hanya mengetahui kabar penolakan itu dari Pusat Bantuan Hukum Gisha untuk Kebebasan Perjalanan yang membantunya mengurus izin.

Pusat Bantuan Hukum Gisha mengatakan, Abu Nada benar terdaftar sebagai penduduk Jalur Gaza dalam basis data Administrator Warga Sipil Israel. Namun, ia sudah tidak tinggal di sana sejak 14 tahun lalu. Abu Nada juga tidak meminta izin untuk keluar dari Gaza.

“Anda bisa saja menyandang status warga negara Amerika berdasarkan tempat kelahiran tetapi bagi Israel Anda tetap seorang warga Palestina. Anda tidak bisa masuk lewat Bandara Ben Gurion dan harus menjadi korban sistem izin mereka. Identitas asal menjadi faktor dominan di sini,” urai penasihat hukum lembaga tersebut, Osnat Cohen-Lifshitz.

Ayah Omar, Nidal Mohsan, yakin putranya hanya ingin datang selama 7-10 hari saja untuk merayakan pernikahannya untuk kemudian kembali ke Jerman, menyelesaikan pendidikan, dan tinggal di negara tersebut. Namun, rencana kedua sejoli itu terpaksa dibatalkan akibat sulitnya perizinan di Israel bagi warga Palestina.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini