nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Peserta Marathon Pyongyang dari Mancanegara Turun Drastis

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 09 April 2018 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 09 18 1884140 jumlah-peserta-marathon-pyongyang-dari-mancanegara-turun-drastis-5oIeG4Hj74.jpg Para peserta Pyongyang Marathon bersiap melakukan start (Foto: Ed Jones/AFP)

PYONGYANG – Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang, bersiap untuk menggelar lomba marathon tahunan berkelas dunia yang sudah digelar sejak 1912. Namun, pihak penyelenggara harus menelan pil pahit. Pasalnya, jumlah peserta dari luar negeri menurun drastis bila dibandingkan Pyongyang Marathon 2017.

Larangan bepergian atau travel ban dari Amerika Serikat (AS) dan ketakutan akan nuklir disinyalir menjadi penyebab menurunnya jumlah peserta asing. Padahal, Pyongyang Marathon biasa menjadi waktu terbaik bagi warga negara-negara Barat untuk berkunjung.

Melansir dari BBC, Senin (9/4/2018), hanya sekira 429 orang asing yang ambil bagian dalam lomba marathon tersebut. Jumlah tersebut kurang dari setengah total peserta marathon pada 2017 yang mencapai 1.000 orang.

Pada puncak penyelenggaraan, lebih dari 5.000 orang turis asal negara-negara Barat terbang ke Korea Utara guna mengikuti lomba marathon tersebut, di mana seperlimanya berasal dari AS. Sebagai informasi, Pyongyang Marathon digelar sejak 1912 untuk memperingati ulang tahun pendiri negara, Kim Il-sung.

Lomba dimulai dari Stadion Kim Il-sung dengan melewati sejumlah landmark di Pyongyang seperti Alun-Alun Kim Il-sung. Pada kesempatan kali ini, warga Korea Utara bernama Ri Kang-bom muncul sebagai pemenang dari kategori putra dengan waktu tempuh 2jam 12 menit dan 53 detik.

Sementara di kategori putri, lomba marathon dimenangi juga oleh warga Korea Utara, yakni Kim Hye-gyong dengan waktu 2 jam 27 menit dan 24 detik. Ia berhasil finis di depan saudari kembarnya, Kim Hye-song.

Sebagian besar peserta merupakan pelari amatir. Meski demikian, marathon juga diikuti oleh pelari profesional, termasuk 13 orang pesaing dari negara-negara di Benua Afrika. Para pelari amatir itu mulai diizinkan berpartisipasi sejak 2014. Di saat bersamaan, ajang tahunan yang bernama resmi Mangyongdae Prize International Marathon itu mampu meningkatkan sektor pariwisata.

Sebagaimana diketahui, AS melarang warganya untuk pergi ke Korea Utara setelah Otto Warmbier meninggal dunia pada pertengahan 2017. Pemuda asal Ohio itu sebelumnya dipenjara karena terbukti bersalah mencuri poster propaganda hingga dihukum kerja paksa selama 15 tahun pada 2016.

Sejumlah negara turut mengeluarkan larangan bepergian ke Korea Utara. Namun, Callum McCulloch yang berasal dari Inggris tidak peduli dengan larangan tersebut. Pria berusia 23 tahun itu tetap datang ke Korea Utara untuk mengikuti lomba marathon.

“Saya kini berhak menepuk dada karena melawan anjuran negara untuk tidak bepergian ke Korea Utara. Pyongyang mirip dengan salah satu set di film Wes Anderson. Jika ada seseorang yang melarang Anda pergi ke suatu tempat, melarang melakukan sesuatu, justru akan membuatnya lebih ingin melakukannya,” ujar Callum McCulloch.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini