Terpisah Karena Perang Selama 79 Tahun, Dua Bersaudara Akhirnya Bertemu Kembali

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 04:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 09 18 1884317 terpisah-karena-perang-selama-79-tahun-dua-bersaudara-akhirnya-bertemu-kembali-KTC65voFRD.jpg Que Bamei (ka) bertemu kembali dengan adiknya Que Qijie setelah 79 tahun. (Foto: Xinhua)

NANNING – Dengan berlinang air mata, Que Bamei memeluk erat kakak perempuannya yang telah hilang kontak selama 79 tahun. Keduanya terpisah di tengah kekacauan yang terjadi saat invasi Jepang ke China.

Que yang saat ini berusia 87 tahun lahir di dalam sebuah keluarga besar di Qinzhou sebelah selatan daerah otonomi Guangxi Zhuang, China. Ketika Jepang menginvasi Qinzhou pada 1939, Que yang berusia delapan tahun dipisahkan dari delapan saudara kandungnya dan mengikuti anggota keluarga lainnya untuk melarikan diri ke Provinsi Guangdong yang berdekatan.

Dia kemudian diadopsi oleh sebuah keluarga di Zhanjiang, Guangdong, dan tidak pernah kembali ke kampung halamannya atau bertemu dengan keluarga lain sejak saat itu.

Beberapa puluh tahun kemudian, kenangan Que tentang kampung halamannya memudar menyisakan gambar-gambar buram salah satunya adalah "sebuah halaman besar dengan kolam di depan, di samping kolam adalah makam kakek.”

Meski begitu, keinginan Que untuk kembali mengunjungi kampung halamannya dan menemui saudara-saudaranya tetap ada dan semakin kuat seiring berjalannya waktu.

Straits Times, Selasa (10/4/2018) mewartakan, pada Februari, Que menjalani operasi pengangkatan batu empedu dan sering berbicara tentang keinginannya untuk kembali ke kampung halamannya. Huang Guangpeng cucu Que yang berusia 33 tahun memutuskan untuk membantunya memenuhi keinginan sang nenek.

Dia menggunakan platform amal online, Baobei Huijia (bayi pulang ke rumah), yang didedikasikan untuk membantu orang untuk bersatu kembali dengan kerabat lama mereka yang hilang. Dengan informasi terbatas dari Que, sukarelawan di platform tersebut mengalami kesulitan untuk mencoba mencari desanya.

Que yang buta huruf, tidak yakin tentang karakteryang digunakan dalam nama keluarganya dan awalnya menyebutnya sebagai karakter "Ji". Tetapi para sukarelawan mendapat informasi bahwa tidak ada orang dengan nama keluarga tersebut di daerah itu.

Setelah mencari beberapa saat, para relawan menemukan sebuah keluarga dengan nama "Que", yang memiliki pelafalan yang mirip dengan "Ji" menurut dialek lokal.

Para relawan menyelidiki lebih lanjut dan mengonfirmasi bahwa Que lahir di Desa Dashigu, Kota Shabu, Distrik Qinnan. Ayahnya, Que Mingguang, seorang perwira, tewas dalam pertempuran untuk China dan lima saudara laki-lakinya hilang dalam perang.

Tiga saudara perempuan Que menikah di Qinzhou, dan dua di antara mereka telah meninggal. Tapi saudara tirinya, Que Qijie masih hidup.

Sebelum bertemu langsung, kedua bersaudara itu berbicara melalui video. Dengan air mata terurai mereka berjanji untuk bertemu sesegera mungkin.

Pada 29 Maret, ditemani oleh anak-anaknya, Que Bamei tiba di desa Dashigu setelah empat jam perjalanan dari rumah. Setelah melalui hutan bambu, kebun dan rumah-rumah tua telah banyak berubah, kenangan masa kecil datang kembali, dan mata Que Bamei memerah karena air mata.

Karena ingin sekali bertemu kembali dengan adik perempuannya, Que Qijie telah menunggu di depan rumahnya jauh sebelum kedatangan Que Bamei.

Ketika Que Bamei tiba, para tetangga menyalakan petasan untuk menyambutnya. Kedua saudari itu saling berpelukan dan menangis lama tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Akhirnya saya bisa bertemu lagi," kata Que Bamei kepada adiknya dalam dialek Qinzhou. Mereka tinggal bersama hari itu dan berbincang larut malam.

"Berkat kemudahan yang ditawarkan oleh Internet dan upaya para sukarelawan, nenek saya dan saudara perempuannya sekarang memiliki lebih sedikit penyesalan dalam hidup mereka," kata Huang Guangpeng.

Huang mengatakan neneknya dulu adalah orang yang pendiam, tetapi menjadi lebih sering berbicara setelah pertemuan itu. Que menceritakan semua kisah masa kecilnya dan sejarah keluarga yang ia pelajari dari Que Qijie.

Kedua bersaudara itu berencana untuk segera bertemu lagi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini