Pelajar Indonesia Berlaga di COPA PPIT Shanghai

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 11:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 09 65 1884215 pelajar-indonesia-berlaga-di-copa-ppit-shanghai-eJjXZMDJ8v.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Pesta olahraga yang digelar pada 5-7 April 2018 di Donghua Uninversity diikuti oleh ratusan anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Region Timur. Sedikitnya 300 pelajar asal Indonesia yang berada di Shanghai, Wuxi, Nanjing, Hangzhou, Ningbo, Hefei, Suzhou, dan Nanchang ambil bagian dalam ajang olahraga "Copa PPIT" 2018 di Shanghai, China.

Ketua Panitia Penyelenggara Copa PPIT 2018, Ikko Octarema mengatakan pesta olahraga ini bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, namun untuk menjaga persatuan dan kerukunan antarpelajar Indonesia di Tiongkok. Empat cabang olahraga yakni futsal, bulu tangkis, tenis meja, dan basket dipertandingkan dalam ajang ini.

Konsulat Jenderal RI di Shanghai menyambut positif kegiatan yang digelar para pelajar tersebut untuk memupuk rasa nasionalisme dan rasa cinta Tanah Air.

Di tengah beredarnya isu tak sedap mengenai tuduhan pelajar Indonesia di China diajari ideologi komunis, yang akhir-akhir ini meresahkan para pelajar Indonesia di Tiongkok, penanggung jawab Copa PPIT 2018, Bagas Deka Kurtianto menegaskan, bahwa ajang ini tetap digelar untuk menunjukkan eksistensisnya untuk terus menunjukkan prestasi di dalam bidang olahraga dan memperkenalkan budaya Indonesia di Negeri Tirai Bambu.

Perkenalan budaya tersebut dikemas dalam acara bertajuk "Got Talent" yang digelar saat penutupan Copa PPIT 2018. Para pelajar unjuk kebolehan dengan menampilkan kesenian khas Nusantara, seperti memainkan alat musik angklung, menari tarian tradisional, dan menyanyikan lagu daerah.

"Meskipun raga kami para pelajar Indonesia jauh dari Tanah Air, hati kami tetap satu Indonesia, satu Pancasila," ujarnya seperti dilansir dari Antara, Selasa (10/4/2018).

Penampilan para pelajar dari Indonesia yang memiliki latar belakang berbeda, baik suku, ras, maupun agama itu mendapat perhatian dari rekan mereka di China dan beberapa pelajar mancanegara.

"Dengan digelarnya acara ini kami ingin menunjukkan solidaritas antarsesama perantauan Indonesia. Kemana pun raga kami berada, tetapi rasa persatuan dan kesatuan Indonesia tetap terkandung di badan hingga akhir hayat," kata Putri Aris Safitri, mahasiswa program magister di Shanghai Normal University.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini