Utusan AS Bertemu Keluarga Jepang yang Diculik Korut

Agregasi Antara, · Selasa 10 April 2018 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 10 18 1884860 utusan-as-bertemu-keluarga-jepang-yang-diculik-korut-SXv386mz74.jpg Foto: Reuters

TOKYO - Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang pada Selasa bertemu dengan keluarga orang yang diculik Korea Utara beberapa dasawarsa lalu untuk dilatih menjadi mata-mata.

Pertemuan itu dilakukan hanya seminggu sebelum perdana menteri Jepang dijadwalkan mengangkat masalah tersebut dalam pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump.

Masalah itu adalah pengutamaan dalam negeri bagi perdana menteri Shinzo Abe, yang dukungan terhadap pemerintahannya dirusak skandal, yang dicurigai sebagai perkoncoan dan upaya menutup-nutupi.

Namun, Jepang khawatir hal itu menciptakan kemunduran bagi perundingan masalah nuklir dan peluru kendali dalam serangkaian rencana pertemuan puncak dengan Korea Utara.

Korea Utara mengakui bahwa pada 2002 menculik 13 warga Jepang pada 1970-an dan 1980-an untuk dilatih menjadi mata-mata dan lima di antaranya telah kembali ke Jepang. Abe mengatakan dia tidak akan beristirahat sampai ke-13 orang itu kembali dan menjadikan masalah itu sebagai kunci karier politiknya.

Dalam bentuk persetujuan pada kekhawatiran Jepang, Duta Besar Amerika Serikat William Hagerty dan istrinya bertemu dengan anggota keluarga korban penculikan, seperti Sakie Yokota, yang putrinya Megumi diculik dari pantai saat remaja 40 tahun yang lalu.

Trump, yang bertemu Yokota dan beberapa keluarga korban penculikan lainnya ketika dia mengunjungi Jepang pada bulan November, telah memasukkan kisah tentang Megumi dalam serangannya ke Pyongyang.

"Bahkan hari ini, saat kita bicara, kita tidak tahu di mana mereka berada, bagaimana hidup mereka," kata Yokota, "Kami bahkan belum melihat satu pun foto mereka." "Satu-satunya hal yang kami minta adalah membantu anak-anak kami yang diculik ... ditangkap dalam perjalanan pulang dari sekolah, dan dipaksa masuk ke kapal-kapal serta dibawa ke tanah yang tidak mereka tahu sama sekali," katanya.

Hagerty mengatakan kepada mereka bahwa penderitaan mereka belum dilupakan, serta berjanji untuk menyampaikan cerita mereka ke Trump menjelang pertemuan puncak.

"Kami sangat sedih atas kesedihan yang harus ditanggung para anggota keluarga ini," katanya setelah pertemuan sekitar satu jam di rumahnya di pusat kota Tokyo.

"Saya tahu bahwa masalah ini ada dalam daftar prioritas baik untuk Presiden Trump atau Perdana Menteri Abe," katanya kepada wartawan.

Trump adalah presiden ketiga yang ditemui Yokota dan beberapa keluarga lain. Di masa lalu, mereka telah menyatakan putus asa atas lamanya perjuangan mereka telah berlangsung, dan meminta tindakan.

"Ini adalah hal yang sangat berat buat kami mengingat upaya ini belum berhasil, kami yang telah menderita karena tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang yang kami cintai untuk waktu yang lama, "kata Shigeo Iizuka, yang saudara perempuannya, Yaeko Taguchi, diculik pada 1978, meninggalkan dua anak kecil.

"Kami meminta sumbangsih pribadi Anda untuk memberi tahu Presiden Trump bahwa ia harus menuntut agar Korea Utara mengembalikan korban asal Jepang," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini