nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Perusahaan Bir Naik-Turun, Alasan Pemprov DKI Melepas Saham

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 12:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 10 338 1884517 laba-perusahaan-bir-naik-turun-alasan-pemprov-dki-melepas-saham-1ZCVYjLUF6.jpg Wagub DKI Sandiaga Uno

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno membocorkan sedikit alasan pihaknya melepas saham di perusahaan bir, PT. Delta Djakarta. Sandi menerangkan, laba bersih perusahaan itu kerap mengalami naik turun, sehingga itu indikator pihaknya menjual saham di perusahaan yang bergerak di bidang bisnis penjualan minuman keras tersebut.

"Ini terlepas tentunya dari janji kampanye, tapi merupakan review porfolio yang sangat normal dalam pengelolaan investasi," kata Sandi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan DKI Jakarta, pendapat PT Delta tiga tahun terakhir cenderung naik turun. Saham yang dimiliki Pemprov DKI atas PT Delta DJakarta sebesar 26,25 persen. Jumlah itu merupakan gabungan dari 23,34 persen saham Pemprov DKI dan 2,91 persen milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta.

(Baca Juga: Akan Lepas Saham di Perusahaan Bir, Pemprov DKI Cari Penasihat Keuangan)

Laba bersih PT Delta Djakarta pada 2013 sebesar Rp 270,4 miliar, lalu 2014 naik menjadi Rp 288,4 miliar. Pada 2015 sempat turun menjadi Rp 192 miliar. Namun, pada 2016, perusahaan mencatatkan keuntungan atau laba bersih perusahaan sebesar Rp 254 miliar.

Sementara pada 2017 tercatat sebesar Rp 144 miliar. Dengan saham yang dimiliki, Pemprov DKI mendapat dividen atau pembagian keuntungan kurang lebih Rp 37 miliar.

Sandi memiliki cita-cita agar investasi pemerintah daerah ke depannya lebih membawa manfaat untuk hajat hidup masyarakat Ibu Kota. Selanjutnya, Ia akan memperhatikan aspek kesehatan warga dalam berinvestasi di bursa saham.

"Apakah portofolio ini memberikan juga kesehatan kepada masyarakat. Jadi ini yang menjadi poin yang kita prioritaskan kedepan," jelas Sandi.

Pelepasan saham, lanjut Sandi, sedang dilakukan pembicaraan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia akan memutuskan pelepasan saham itu pada akhir April setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini