nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKW Parinah yang Dikurung Selama 18 Tahun Akhirnya Kembali ke Indonesia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 08:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 11 18 1884963 tkw-parinah-yang-dikurung-selama-18-tahun-akhirnya-kembali-ke-indonesia-ZeXio28jP3.jpeg Parinah akhirnya bisa pulang ke Indonesia setela 18 tahun. (Foto: Dok. KBRI London)

LONDON - Setelah menanti selama 18 tahun, Parinah, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Banyumas yang disekap oleh majikannya di Inggris akhirnya kembali ke tanah air. Pada 10 April 2018, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London memfasilitasi pemulangan Parinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia (GA87) yang langsung terbang menuju Jakarta

BACA JUGA: KBRI London Selamatkan TKW yang Hilang Sejak 18 Tahun Lalu

Parinah dijadwalkan akan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 11 April 2018 pukul 18.15 waktu Indonesia Barat (WIB).

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Parinah akan disambut perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI. Mereka akan membantu pengaturan kepulangan yang bersangkutan kepada pihak keluarga di Banyumas, Jawa Tengah.

Parinah merasa senang dan bercampur haru karena akhirnya dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga besar di Banyumas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada 5 April, KBRI London yang bekerja sama dengan Kepolisian Metropolitan Inggris dan Kepolisian Metropolitan Brighton, Sussex berhasil menyelamatkan Parinah dari praktek perbudakan yang dilakukan oleh majikannya di Brighton. Parinah yang telah berada di Inggris sejak Mei 2001 sebelumnya hilang kontak dengan keluarganya selama 18 tahun sampai ditemukan bulan ini.

Selama bekerja dengan majikan, Parinah tidak diperkenankan keluar rumah kecuali jika bersama seorang anggota keluarga, tidak diperkenankan menghubungi keluarga dan tidak mendapatkan pembayaran gaji untuk dikirimkan ke keluarga seperti lazimnya.

KBRI London menerima berita resmi permintaan bantuan memulangkan Parinah kembali ke Indonesia pada 1 Maret 2018 atas dasar dua surat dari Parinah, yaitu pada 5 Maret 2005 dan 28 Januari 2018.

Selain dua surat tersebut, pihak keluarga sama sekali tidak dapat menghubungi Parinah.

Kepolisian Brighton telah menahan empat orang yang terdiri dari majikan dan keluarga majikan Parinah terkait kasus ini. Mereka dituduh melakukan tindak pidana perbudakan modern (modern slavery) yang merupakan sebuah kejahatan serius menurut hukum Inggris.

KBRI London akan terus menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian setempat di Inggris terkait penanganan kasus Parinah agar hak-haknya dapat tuntas diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini