nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Filipina: China Mitra Pemberantasan Narkotika dan Korupsi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 14:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 11 18 1885122 presiden-filipina-china-mitra-pemberantasan-narkotika-dan-korupsi-cHMlzPzC9M.jpg Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: AFP)

BEIJING – Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte mengatakan, Manila dan China adalah kekuatan utama di garis depan dalam pemberantasan narkotika ilegal, terorisme, dan korupsi. Pernyataan itu diungkapkannya dalam pidato di Boao Forum di Beijing, China.

“Filipina sedang menunjukkan betapa hubungan yang kompleks bukan penghalang bagi penjangkauan yang positif dan saling menguntungkan. Dengan China, kami berdiri bersama dalam perang terhadap kriminalitas dan perdagangan narkotika ilegal,” ujar Duterte, melansir dari Asian Correspondent, Rabu (11/4/2018).

“Kami bahu membahu dalam perlawanan terhadap terorisme dan kekerasan ekstremisme. Jangan salah. Tidak akan ada kemajuan tanpa stabilitas di daratan dan perairan Asia,” imbuh mantan Wali Kota Davao City itu.

Hubungan antara Filipina dan China yang sempat memanas karena isu Laut China Selatan mulai mencair sejak Rodrigo Duterte naik jabatan pada Juni 2016. Filipina saat ini mulai beralih kepada China di mana Negeri Tirai Bambu terus menanamkan investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Bertemu Duterte, Xi Jinping Janji Akan Bekerja Sama dengan ASEAN untuk Menjaga Perdamaian di Laut China Selatan

Duterte pun turut mengungkapkan komitmennya untuk memberantas korupsi di Filipina. Pemberantasan korupsi juga salah satu agenda utama dalam masa pemerintahan Presiden Xi Jinping di China.

“Korupsi itu jahat dan penyakit sosial busuk yang menghancurkan negara saya. Sudah saya katakan kepada warga Filipina dan akan saya ulangi lagi di sini: korupsi tidak punya tempat di pemerintahan Filipina. Setidaknya selama saya menjabat,” tukas Rodrigo Duterte.

Sebagaimana diberitakan, selama lima tahun pertama masa jabatannya, pemberantasan korupsi di China sudah menjerat lebih dari 1,5 juta pejabat tinggi Partai Komunis China (PKC). Dengan adanya komisi pengawasan nasional yang baru dibentuk, pemberantasan korupsi diyakini akan semakin masif hingga menjangkau ke seluruh pejabat yang bekerja di sektor publik.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini