nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Makassar Telan Korban Luka

Prayudha, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 13:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 11 340 1885099 pemusnahan-barang-bukti-di-kejari-makassar-telan-korban-luka-FlPAgcwH8v.jpg Ledakan usai musnahkan barang bukti di Kejari Makassar (foto: Prayuda/Okezone)

MAKASSAR - Pemusnahan barang bukti yang digelar kejaksaan negri (Kejari) Makassar, menelan korban luka. Destruksi tersebut bermula sesaat setelah barang bukti dari perkara tindak pidana umum (tipidum) kemudian dimusnahkan di halaman kantor, Rabu, (11/4/2018). Barang bukti tersebut dirampungkan dari be-berapa kasus dari tahun sebelumnya.

Mulanya pemusnahan berlansung secara hikmat dan tenang dan dihadiri oleh jajaran Forkorpinda dalam lingkup kota Makassar yang dimulai sekitar pukul, 09.00 Wita. Berlangsung beberapa jam kemudian, salah satu drum (semacam jerigen yang terbuat dari besi) dari tiga wadah tersedia.

Safar salah seorang petugas keamanan yang diduga terkena serpihan kaca mengatakan, akan ledakan tersebut lansung saja secara spontan dan merobek paha bagian kanannya. Selain itu sekujur tubuhnya pun bersimbah darah pasca ledakan tersebut.

"Ledakannya tiba - tiba dan lansung saja mengenai paha bagian kanannya. Tetapi saat ini sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat,"kata Safar sesaat setelah serpihan terjadinya ledakan.

 

Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan dengan cara dibakar, seperti bong, handpone, obat - obatan terlarang, sabu dan senjata tajam jenis badik (alat tradisonal suku Makassar) dan parang yang tercatat 108 buah dari total keseluruhan.

Kepala Kejaksaan Negri (Kejari) Makassar, Dicky Rachmat Rahardjo menambahkan, adanya indikasi ledakan tersebut diduga lantaran benda semacam bong yang berada di drum pembakaran lansung saja meledak. Kemudian untuk potensi ledakan sejauh ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjutnya.

"Ada kemungkinan dan mungkin ada semacam alat semacam bong. Tetapi kami masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu," jelasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu membeberkan, hingga saat ini masih melakukan identifikasi lebih mendalam terkait dengan potensi ledakan yang terjadi dihalaman Kejari Makassar.

"Kami masih melakukan identifikasi akan ledakan tersebut. Apakah ada unsur kesengajaan atau semacamnya," tegas Wahyu Basuki.

Pemusnahan tersebut merupakan pertama kali dan menjadi kegiatan rutin diadakan dan untuk tahun 2018 nampak tahanan yang semakin mencolok. Sedikitnya tercatat hampir 519 ribu butir obat terlarang jenis PCC dan Tramadol.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini