34 Ribu TKI Asal Sumut yang Tak Pulang saat Pencoblosan Namanya Akan Dicoret

Erie Prasetyo, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 20:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 12 340 1885944 34-ribu-tki-asal-sumut-yang-tak-pulang-saat-pencoblosan-namanya-akan-dicoret-XLVlPNp3t8.jpg Bilik suara. Foto Okezone

MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) akan mencoret nama sekitar 34.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sumut yang bekerja di luar negeri tetapi tidak pulang ke rumah saat pemungutan suara pada 27 Juni 2018.

Anggota KPU Sumut, Nazir Salim Manik mengatakan, hal itu dilakukan untuk memutahirkan data pemilih sementara (DPS).

"Mereka dicoret karena kemungkinan besar tidak pulang saat pemungutan suara," ujar Nazir Salim Manik di Medan, Kamis (12/4/2018).

Pilgub Sumut 2018,  Edy Rahmayadi Dapat Nomor Urut 1 Djarot  Nomor 2

Data tersebut merupakan hasil koordinasi KPU Sumut dengan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Provinsi Sumut.

Namun, kata Nazir, pasca pencoretan, jika ada TKI yang pulang kampung pada hari pemilihan, ia tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi TPS sembari menunjukkan KTP elektronik kepada petugas penyelenggara pemilihan.

"Warga tersebut dipersilakan menggunakan hak pilihnya pada pukul 12.00 WIB ke atas dengan membawa KTP-el," terangnya.

Koordinasi KPU dan BP3TKI yang diwakili Kepala Seksi dan staf BP3TKI yang hadir ke KPU Sumut, terungkap bahwa sebagian besar TKI tersebut bekerja di Malaysia.

"Pencoretan ini juga untuk melihat data real terkait jumlah partisipasi pemilih di daerahnya. Selama ini, angka golput tinggi atau partisipasi pemilih rendah kemungkinan karena tidak dilakukan pencoretan data penduduk yang sudah, tidak tinggal menetap," pungkas Nazir.

Berdasarkan data BP3TKI, daerah asal TKI terbanyak Deliserdang, Langkat, Medan, dan Asahan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini