Mahasiswa IPB Teliti Kulit Buah Melinjo untuk Obati Asam Urat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 06:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 12 65 1885805 mahasiswa-ipb-teliti-kulit-buah-melinjo-untuk-obati-asam-urat-kwpS99p9KW.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Masyarakat mulai beralih ke obat-obatan herbal untuk mengobati penyakit asam urat. Obat sintesis untuk asam urat seperti allopurinol memiliki beberapa efek, seperti muntah, diare, neuritis perifer, vaskulitis nekrosis, anemia, aplastik, alaergi kulit, dan dapat menyebabkan katarak.

Mungkin selama ini buah melinjo diyakini bisa memperparah penderita asam urat, berbeda hal-nya dengan kulit melinjo. Dilansir dari laman IPB, Jumat (13/4/2018), mahasiswa dari Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Anggun Nia Dewi melakukan penelitian mengenai efek toksisitas akut dari ekstrak etanol kulit buah melinjo.

Teoksisitas suatu bahan dapat diartikan sebagai kemampuan suatu bahan dalam memberikan efek racun atau kerusakan terhadap organisme hidup. Uji ini bermanfaat dalam uji awal atau acuan dalam penentuan dosis bahan obat yang aman selanjutnya dikonsumsi oleh manusia

“Toksisitas akut dari konsumsi ekstrak kulit buah melinjo ini tergolong pada toksisitas ringan,” tutur dia.

Perempuan kelahiran Madiun ini melakukan penelitian dengan menggunakan hewan uji mancit jantan. Ia menuturkan bahwa, setelah dilakukan ekstrak etanol kulit buah melinjo, kemudian ekstrak tersebut diberikan kepada hewan uji dengan kelompok dosis yang berbeda-beda.

Kemudian ia melanjutkan, pada uji toksisitas akut ini juga dilakukan pengamatan terhadap dampak organ hati dan ginjal. Gambaran histopatologi hati dan ginjal yang diberi ekstrak kulit melinjo mulai menunjukkan kelainan ringan seperti degenerasi pada pemberian ekstrak 300 mg/kgBB. Namun, kelainan ini tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap kerusakan disfungsi organ sampai pemberian ekstrak 5000 mg/kgBB. Sehingga hasil hispatologi hati dan ginjal ini diartikan aman dan tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap kerusakan dan disfungsi organ.

Kandungan ekstrak sendiri diketahui berisi senyawa aktif tanin, flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Senyawa aktif ini yang berperan sebagai antihiperurisemia.

Terakhir ia menyimpulkan bahwa, saat tubuh mengalami peningkatan kadar asam urat dari batas normalnya, dapat diobati dengan etanol kulit buah melinjo dan tidak akan memberikan dampak buruk apabila dikonsumsi dalam jangka waktu pendek.

“Dengan mengkonsumsi bahan alami berupa etanol kulit buah melinjo akan mengurangi efek samping dan harganya relatif terjangkau,” tutup Anggun.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini