Image

Soal Matematika UNBK Sulit, Serikat Guru: Seharusnya Sesuai Kisi-Kisi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 16:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 13 65 1886161 soal-matematika-unbk-sulit-serikat-guru-seharusnya-sesuai-kisi-kisi-rwdjBlR47k.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Di hari kedua sampai keempat UNBK SMA, sejumlah protes terkait soal matematika yang sulit mencuat di dunia maya. Soal matematika UNBK 2018 dikeluhkan jauh berbeda dari soal tryout yang selama ini telah dipelajari siswa. Tak hanya siswa di daerah, bahkan siswa di Jakarta juga mengeluhkan bentuk soal yang dibuat pemerintah (BSNP).

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Serikat Guru Indoesia (SEGI) Jakarta, Slamet Maryanto mengatakan, keluhan soal matematika terutama matematika IPS terkait beberapa hal yaitu, jumlah dan cakupan materi yang tidak sesuai kisi-kisi, tidak sesuai dengan cakupan materi di simulasi dan uji coba UN, tidak sesuai kaidah penyusunan soal yang baik, soal trigonometri banyak keluar enam soal padahal di kisi-kisi hanya dua soal, serta soal isian singkat banyak soal yang tidak sama.

“Padahal siswa sebelum UNBK telah melaksanakan tryout berkali-kali. Tapi ternyata, soal UNBK jauh sekali dari apa yang sudah dipelajari. Apa yang siswa lakukan sia-sia jadinya. Seharusnya pemerintah sudah merencanakan sesuai pedoman pembuatan soal dan kisi-kisi,“ ujar pria yang sehari-harinya mengajar matematika itu, dalam siaran persnya, Jumat (13/4/2018).

Sementara itu, Wasekjen FSGI Satriwan Salim menambahkan, seharunya soal harus benar-benar sesuai tryout dan kisi-kisi yang disampaikan jauh-jauh hari sebelum UNBK. Sehingga siswa tidak dibebani dua kali. Belajar sungguh-sungguh di tryout tetapi soalnya tidak sesuai dengan yang dipelajari selama tryout.

Selain keluhan pada soal matematika, FSGI juga menemukan adanya aduan terkait kecacatan soal seperti soal biologi yang jawabannya tidak sesuai dengan soal, begitu juga untuk soal kimia. Lalu untuk UNBK bahasa Arab, ada beberapa siswa yang soalnya hanya keluar 41 dari 50 soal.

Terakhir menjawab berbagai keluhan selama pelaksanaan UNBK, dari jaringan, komputer terbatas, internet eror dan banyak lagi, FSGI mengungkapkan bahwa wilayah Indonesia sangat luas dan beragam, ada daerah 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan). Sehingga di daerah-daerah yang jauh dari kota besar infrastruktur, sarana, dan fasilitas masih belum lengkap. Jika, beberapa hal tersebut sudah dapat diperbaiki dan dipenuhi maka barulah dilakukan UNBK secara bertahap.

“Jika pemerintah ingin UNBK di seluruh sekolah, maka harus menyiapkan fasilitas- fasilitas pendukung, sarana, komputer, dan internet secara maksimal. Jangan bebankan penyediaan fasilitas kepada sekolah atau orang tua,” ungkap Satriawan.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini