nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unhas Ciptakan Motor Listrik Tenaga Matahari untuk Kurir

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 16 April 2018 11:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 13 65 1886414 unhas-ciptakan-motor-listrik-tenaga-matahari-untuk-kurir-cxnljy1hzQ.jpg Foto: Dok Unhas

JAKARTA - Inovasi terus dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Tentunya inovasi harus produk yang bermanfaat untuk masyarakat. Kali ini inovasi datang dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Universitas Hasanudin (Unhas) meluncurkan persiapan produksi sepeda motor listrik hasil inovasi Unhas yang diberi nama Motor Listrik Kalla Unha (Moliku).

Dilansir dari laman Unhas, Senin (16/4/2018), dosen Fakultas Teknik Unhas, Dr. Rafiuddin Syam, yang merupakan inventor dari Moliku menuturkan, Moliku merupakan motor kurir pertama di Indonesia yang menggunakan tenaga listrik.

"Karena menggunakan tenaga listrik, maka sumber energinya adalah baterai. Inovasi yang kami lakukan adalah sumber energi untuk baterai itu berasal dari energi matahari," papar Rafiudidin.

Kemudian ia menuturkan, desain motor kurir tersebut dilengkapi dengan panel surya yang digunakan untuk menangkap energi listrik dibagian belakang. Pada siang hari, lanjut dia, saat sepeda motor listrik ini terjebak dalam kemacetan, maka saat itulah energinya akan terisi dari cahaya matahari.

"Kami mengusung tagline inovasi semakin macet, semakin bertenaga," kata dia.

Lebih lanjut lagi, Rafiudin mengatakan, ia dan timnya merencanakan menguji motor tersebut pada awal Mei 2018 di sepanjang jalur Pantai Utara Pulau Jawa.

"Tepat pada tanggal 2 Mei 2018, motor listrik ini akan tiba dan diterima di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia. Kami mengambil momentum Hari Pendidikan Nasional untuk menunjukan hasil inovasi pendidikan," pungkas dia.

Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A, merasa bahagia karena hal tersebut sudah lama ditunggu-tunggu.

"Ini produk hasil riset yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa. Saya dengar, desainnya ini 100% dari mahasiswa. Biayanya dibiayai oleh Ristekdikti." ungkapnya.

Terakhir, ia berharap agar produk ini tidak berhenti pada prototype saja, namun harus terus berlanjut sampai mendapatkan izin operasional dan kelayakan dari pemerintah hingga diproduksi.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini