nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koalisi AS Luncurkan Serangan, WNI Diimbau Tidak Kunjungi Suriah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 12:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 14 18 1886619 koalisi-as-luncurkan-serangan-wni-diimbau-tidak-kunjungi-suriah-AVE4RGFeKn.JPG Pasukan pertahanan udara Suriah membalas serangan pasukan koalisi pimpinan AS (Foto: Reuters)

JAKARTA – Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas militer Suriah yang diklaim terkait dengan senjata kimia. Situasi keamanan di Suriah pun berada dalam level yang berbahaya.

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) mengimbau agar WNI tidak melakukan kunjungan ke Suriah sampai keamanan membaik. Jika saat ini berada di Suriah, maka sebaiknya WNI segera melapor ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Damaskus.

“Warga Negara Indonesia yang saat ini berada di Suriah, segera melaporkan diri dan selalu berkomunikasi dengan KBRI di Damaskus,” kata Kemlu RI dalam pesan singkat kepada Okezone, Sabtu (14/4/2018).

Selain melapor kepada KBRI, WNI yang berada di Suriah juga dapat memperbarui informasi mengenai situasi keamanan lewat aplikasi bergerak Safe Travel yang dikeluarkan oleh Kemlu RI. Apabila ingin menghubungi KBRI Damaskus dapat dilakukan lewat hotline di +963954444810 dan +963937021018.

Sementara itu, bagi keluarga di Indonesia yang ingin mengetahui kabar kerabatnya di Suriah dapat menghubungi Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri di hotline +6281290070027.

BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah

BACA JUGA: Serangan Militer Bukan untuk Gulingkan Rezim Suriah

Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump memerintah serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah yang dilakukan bersama dengan Inggris dan Prancis. Pria asal New York itu mengatakan, keputusan diambil untuk membalas serangan senjata kimia pasukan Suriah ke Douma pada Sabtu 7 April yang menewaskan 41 orang.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, memastikan bahwa serangan ditujukan untuk menghancurkan kapabilitas senjata kimia, bukan menggulingkan rezim Suriah. London disebutnya tidak akan mengizinkan penggunaan senjata kimia sebagai sesuatu yang normal, entah itu di Suriah, jalanan Inggris, atau di tempat lain di seluruh dunia.

Pendapat senada diungkapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Pria berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa serangan yang dilakukan bersama Amerika Serikat (AS) dan Inggris karena pihaknya tidak menoleransi penggunaan senjata kimia yang terus-menerus terhadap warga sipil Suriah.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini