Image

Menhan AS: Serangan Militer ke Suriah Cukup Satu Kali

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 14 18 1886648 menhan-as-serangan-militer-ke-suriah-cukup-satu-kali-81eRLow30w.jpg Menteri Pertahanan AS James Mattis bersama Kepala Staf Militer Jenderal Joseph Dunford (Foto: Alex Wong/AFP)

WASHINGTON – Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), James ‘Jim’ Mattis, mengatakan bahwa serangan pasukan koalisi ke Suriah lebih berat daripada yang dilakukan pada 2017. Namun, pria berjuluk ‘Si Anjing Gila’ itu mengaku tidak ada rencana serangan susulan dalam waktu dekat.

“Saat ini hanya sekali serang dan saya yakin sudah mengirimkan pesan yang sangat kuat. Serangan lebih lanjut baru akan dilakukan terhadap pemerintahan Bashar al Assad jika dia memutuskan menggunakan lebih banyak senjata kimia,” ujar Jim Mattis, melansir dari Russia Today, Sabtu (14/4/2018).

BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah

BACA JUGA: Serangan Militer Bukan untuk Gulingkan Rezim Suriah

Pria berusia 67 tahun itu menambahkan, jumlah rudal yang ditembakkan pasukan koalisi AS, Inggris, dan Prancis, itu lebih banyak dua kali lipat dibandingkan serangan pada April 2017. Menurutnya, target utama serangan adalah pusat penelitian sains di Damaskus dan dua gudang penyimpanan kimia di Homs.

“Kami sangat presisi dan proporsional tetapi serangan itu sangat gencar. AS berusaha keras menghindari terjadinya korban jiwa di kalangan warga sipil dan orang asing,” imbuh James Mattis.

BACA JUGA: Koalisi AS Luncurkan Serangan, WNI Diimbau Tidak Kunjungi Suriah

BACA JUGA: Rusia: Suriah Diserang saat Berkesempatan Mencapai Perdamaian

Sementara itu, Kepala Staf Militer AS, Jenderal Joseph Dunford menerangkan, Negeri Pam Sam melancarkan serangan kepada target secara spesifik guna menghindari keterlibatan pasukan Rusia.

“Saluran pencegah konflik digunakan secara normal agar tidak berhimpitan dengan jalur terbang pasukan Rusia. Namun, AS tidak berkoordinasi dengan Rusia dalam menentukan target serangan,” terang Jenderal Joseph Dunford.

Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump memerintah serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah yang dilakukan bersama dengan Inggris dan Prancis. Pria asal New York itu mengatakan, keputusan diambil untuk membalas serangan senjata kimia pasukan Suriah ke Douma pada Sabtu 7 April yang menewaskan 41 orang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini