nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tragedi Titanic, Karamnya Kapal yang Diklaim Tak Bisa Tenggelam

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 15 April 2018 06:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 14 18 1886656 tragedi-titanic-karamnya-kapal-yang-diklaim-tak-bisa-tenggelam-rEESjenJUZ.jpg Ilustrasi tenggelamnya kapal Titanic (Foto: AFP)

KETIKA White Star Line, perusahaan galangan kapal Inggris, selesai membangun RMS Titanic, para petingginya mengklaim dengan pongahnya armada tersebut tidak akan bisa tenggelam. Akan tetapi, kapal tersebut justru karam dalam pelayaran pertama dari Inggris menuju Amerika Serikat (AS).

Titanic dibangun dengan misi menjadi kapal paling mewah di dunia pada dekade 1910. Kapal tersebut berukuran panjang 274 meter (m) dengan tinggi mencapai 30 m. Titanic diklaim dapat melaju hingga kecepatan 30 knot, yang tercepat saat itu.

Klaim tidak bisa tenggelam itu bukan hanya omong kosong belaka. Titanic dirancang memiliki kompartemen kedap air yang dibuat khusus oleh White Star Line. Kompartemen khusus itu membuat Titanic terlihat tidak akan bisa tenggelam karena kemasukan air.

Kapal mewah itu lantas berangkat pada April 1912 dari pelabuhan Southampton, Inggris, dengan tujuan New York, Amerika Serikat (AS). Titanic dijadwalkan singgah di Cherbourg, Prancis, dan Queenstown, Irlandia. Kapal besar itu membawa lebih dari 2.206 penumpang, termasuk 898 kru.

Melansir dari History, Minggu (15/4/2018), musim dingin yang relatif sejuk menghasilkan beberapa bongkahan es di Samudera Atlantik Utara. Namun, para kru Titanic, yang meyakini kapal mereka tidak akan tenggelam, tidak peduli dengan peringatan adanya bongkahan es.

Pada 14 April 1912 malam, kapal-kapal lain di area tersebut melaporkan adanya bongkahan es lewat radio. Sayangnya, pesan tersebut tidak pernah sampai ke pengawas atau bahkan kapten kapal Titanic. Kru kapal akhirnya sadar ada bongkahan es besar yang pertama kali terlihat pada 23.40 waktu setempat.

Meski tabrakan dengan bongkahan es berhasil dihindari, sisi kanan kapal menyerempet dengan cukup keras sehingga enam kompartemen terbuka lebar. Celakanya, Titanic hanya dirancang untuk menampung kebocoran air hanya untuk empat kompartemen saja.

Kru kapal langsung meminta bantuan dengan mengirim sinyal darurat ke kapal-kapal yang berada di sekitar area tersebut. Merasa pesan tidak sampai, kru kapal segera memerintahkan agar para penumpang dievakuasi dengan menggunakan sekoci. Sayangnya, kapasitas angkut semua sekoci hanya cukup untuk setengah dari total penumpang Titanic.

Kondisi semakin buruk karena kru tidak terlatih menggunakan sekoci karena tidak pernah ada latihan tindakan darurat. Kru kapal memutuskan untuk menyelamatkan para perempuan dan anak-anak yang ada di kelas satu. Sementara perempuan penumpang di kelas tiga baru diselamatkan setelah yang ada di kelas satu berhasil terangkut.

Penumpang laki-laki dewasa dibiarkan berada di kapal hingga tenggelam sementara perempuan diselamatkan. Akan tetapi, Presiden White Star Line, Bruce Ismay, tanpa malu-malu melompat ke kapal sekoci terakhir meski masih banyak anak-anak dan perempuan di atas kapal yang mulai tenggelam.

Pada Minggu 15 April 1912, sekira pukul 02.20 waktu setempat, Titanic akhirnya tenggelam. Kapal sempat terpecah menjadi dua sebelum karam ke dasar laut. Meski Bruce Ismay menyelamatkan diri, Kapten Edward Smith memilih untuk mati bersama Titanic.

Penumpang yang berhasil menyelamatkan diri akhirnya diangkut oleh kapal Carpathia yang tiba sekira satu jam kemudian. Sekira 705 orang yang berhasil diselamatkan dengan sekoci dapat duduk manis di Carpathia. Sementara para penumpang yang tercebur ke Samudera Atlantik yang dingin, tewas.

Otoritas terkait menyalahkan awak dan kapten kapal atas tragedi tersebut. Setelah kecelakaan, baru lah sejumlah peningkatan standar keselamatan diberlakukan, terutama keharusan menyediakan jumlah sekoci yang mampu menampung seluruh penumpang kapal.

Tenggelamnya Titanic lantas menjadi cerita legendaris mengenai bahayanya keangkuhan terhadap alam. Bangkai kapal tersebut baru dapat ditemukan pada 1985. Para penyelam akhirnya berhasil mencapai lokasi karamnya Titanic di dasar Samudera Atlantik.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini