nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Akan Kedatangan 70 Pengungsi Rohingya lewat Jalur Laut

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 15 April 2018 08:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 14 18 1886700 malaysia-akan-kedatangan-70-pengungsi-rohingya-lewat-jalur-laut-cdWe425dhb.jpg Perahu yang ditumpangi etnis Rohingya yang dicegat otoritas Malaysia pada 3 April (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR – Sebuah perahu yang mengangkut 70 orang etnis Rohingya dilaporkan tengah berlayar menuju Malaysia dari Myanmar pada 12 April. Fakta tersebut diungkapkan oleh dua orang sumber terpercaya dan kelompok pembela hak asasi manusia (HAM), Fortify Rights.

“Kapal itu seharusnya tiba di Malaysia pada pekan depan, dengan asumsi mereka tidak mengalami masalah atau bersandar di Thailand,” ujar pendiri Fortify Rights, Matthew Smith, mengutip dari Reuters, Minggu (15/4/2018).

“Ini adalah perjalanan yang sangat berbahaya. Para pengungsi itu menghadapi terbatasnya persediaan makanan, air bersih, dan ruang pribadi, serta risiko kapal terbalik,” imbuh Smith.

Perahu tersebut diketahui mulai berlayar meninggalkan Sittwe, Ibu Kota Rakhine State, pada Kamis dini hari. Otoritas terkait sempat menghentikan perahu tersebut, tetapi tidak bisa mencegah puluhan orang itu untuk berlayar menuju Malaysia.

Dua orang sumber dari otoritas di Myanmar yang namanya dirahasiakan mengonfirmasi keberangkatan para etnis Rohingya tersebut. Kondisi perairan atau tindakan tegas dari otoritas suatu negara dapat membawa perahu tersebut menuju Thailand atau bahkan ke perairan Indonesia.

BACA JUGA: Otoritas Malaysia Cegat Perahu Berisi 56 Orang Etnis Rohingya 

Pada 3 April, Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) mencegat sebuah kapal yang mengangkut 56 orang pengungsi etnis Rohingya di dekat Pulau Langkawi. Perahu itu sebelumnya berhenti sebuah pulau di selatan Thailand pada Sabtu 31 Maret saat terjadi badai.

“Secara umum 56 orang penumpang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, dalam keadaan aman tetapi kelelahan serta kelaparan. Kami sudah memberikan air minum, makanan, dan bantuan kemanusiaan lainnya,” tukas Ahmad Kamarulzaman, mengutip dari Reuters, Selasa (3/4/2018).

Direktur Jenderal MMEA, Zulkifli Abu Bakar mengatakan, para pengungsi Rohingya tersebut dipersilakan untuk memasuki Malaysia dengan alasan kemanusiaan. Namun, mereka akan terlebih dahulu diserahkan kepada Departemen Imigrasi Malaysia.

Sebagai informasi, Malaysia saat ini sudah menampung lebih dari 100 ribu pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar. Meski demikian, Negeri Jiran hingga saat ini belum menandatangani Konvensi Pengungsi PBB dan menganggap pengungsi sebagai imigran ilegal.

Menurut data PBB dan kelompok kemanusiaan lainnya, sekira 700 ribu orang etnis Rohingya melarikan diri dari Rakhine State usai terjadinya gelombang kekerasan oleh militer Myanmar. Operasi tersebut dilakukan usai terjadinya serangan kepada pos-pos perbatasan di Myanmar pada Agustus 2017.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini