Suriah Diserang, Indonesia Imbau Keselamatan Wanita dan Anak-Anak Dijaga

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 19:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 14 18 1886705 suriah-diserang-indonesia-imbau-keselamatan-wanita-dan-anak-anak-dijaga-WKhvzx5O5S.JPG Indonesia meminta agar keselamatan wanita dan anak-anak terjaga dari serangan koalisi AS (Foto: Omar Sanadiki/Reuters)

JAKARTA – Indonesia menyatakan keprihatinan atas perkembangan yang terjadi di Suriah. Sebagaimana diberitakan, koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke Suriah sebagai respons penggunaan senjata kimia di Douma pada Sabtu 7 April.

“Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Suriah. Minggu lalu, Indonesia menyampaikan kecaman keras penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pihak mana pun,” ujar Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI), dalam pernyataan resmi yang diperoleh Okezone, Sabtu (14/4/2018).

“Indonesia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan mencegah terjadinya eskalasi memburuknya situasi di Suriah,” imbuh Kemlu RI.

BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah

Jakarta menegaskan kepada semua pihak untuk menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya piagam PBB mengenai keamanan dan perdamaian internasional. Indonesia juga meminta semua pihak menjaga keamanan dan keselamatan warga sipil, terutama wanita dan anak-anak.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai,” tutup pernyataan resmi Kemlu RI.

BACA JUGA: Koalisi AS Luncurkan Serangan, WNI Diimbau Tidak Kunjungi Suriah

BACA JUGA: Serangan Militer Bukan untuk Gulingkan Rezim Suriah

Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump memerintah serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah yang dilakukan bersama dengan Inggris dan Prancis. Pria asal New York itu mengatakan, keputusan diambil untuk membalas serangan senjata kimia pasukan Suriah ke Douma pada Sabtu 7 April yang menewaskan puluhan orang.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, memastikan bahwa serangan ditujukan untuk menghancurkan kapabilitas senjata kimia, bukan menggulingkan rezim Suriah. London disebutnya tidak akan mengizinkan penggunaan senjata kimia sebagai sesuatu yang normal, entah itu di Suriah, jalanan Inggris, atau di tempat lain di seluruh dunia.

BACA JUGA: Menhan AS: Serangan Militer ke Suriah Cukup Satu Kali

Pendapat senada diungkapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Pria berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa serangan yang dilakukan bersama Amerika Serikat (AS) dan Inggris karena pihaknya tidak menoleransi penggunaan senjata kimia yang terus-menerus terhadap warga sipil Suriah.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini