nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Akui Program Keluarga Harapan Efektif Entaskan Kemiskinan

Prayudha, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 03:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 14 340 1886541 dpr-akui-program-keluarga-harapan-efektif-entaskan-kemiskinan-yHEdP78TtY.jpg Bimbingan Pemantapan SDM PKH di Makassar (Foto: Dok)

MAKASSAR - Program Keluarga Harapan (PKH) yang tengah gencar dilakukan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) diyakini mampu mengentaskan kemiskinan. Sebab, keyakinan itu bukan sekadar omong kosong melainkan sudah ada data konkretnya.

"Ini bukan isapan jempol, Bank Dunia dan BPS sudah merilis efektivitas PKH dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," ujar anggota Komisi VIII DPR RI Samsuniang di sela-sela pembukaan kegiatan Bimbingan Pemantapan (Bimtap) SDM PKH di Kota Makassar, Jumat (13/4/2018).

Dirinya pun mengajak pendamping dan administrator database PKH memahami Nawacita visi misi pembangunan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). "Minimal ada tiga hal utama yang digagas pemerintah era Jokowi yaitu infrastruktur, dana desa dan pengentasan kemiskinan," ujar legislator asal Sopeng itu.

(Baca Juga: Pastikan Layanan Ditingkatkan, Mensos Temui Penyandang Disabilitas di Solo)

Politikus PDIP itu menambahkan, pembangunan insfrastruktur bertujuan terwujudnya konektivitas antarwilayah sehingga mendukung perekonomian rakyat. Misalnya, tak lama lagi masyarakat Sulawesi akan merasakan kereta api Trans Sulawesi. Bahkan, di era Jokowi pula dana desa digagas untuk memaksimalkan program padat karya.

Pemerintah terus berakselerasi dalam mengentaskan kemiskinan, seperti dengan melakukan penambahan target Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mulai dari jumlah KPM PKH masih 3,5 keluarga pada 2016, menjadi 6 juta keluarga pada 2017. Di tahun 2018, KPM PKH telah mencapai 10 juta keluarga.

Samsu Niang berpesan, pendamping dan administrator database PKH yang direkrut mampu menunjukkan kinerja yang baik. "Kalau kalian bekerja baik, maka komisi VIII DPR RI akan mendukung penuh upaya pemerintah memfasilitasi keperluan pekerjaan kalian," katanya.

Sementara Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, pemerintah menjadikan PKH sebagai episentrum program-program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Sehingga sistem penyelenggaraan PKH harus diperkuat.

Untuk mencapai tujuan itulah keberadaan SDM Pelaksana PKH yang saat ini mencapai sekira 40.000 orang memiliki peran yang strategis. Ia pun menekankan untuk bekerja keras dan menjaga nama baik program dan institusi.

"Dalam upaya perubahan perilaku KPM, silakan bersinergi dengan pekerja sosial supervisor agar pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dapat terjaga kualitasnya," kata Harry.

Di depan 342 peserta bimtap PKH dari 23 kab/kota se Sulawesi Selatan, Haryy memberikan tantangan kepada pendamping untuk mampu meningkatkan taraf kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dampingannya.

"Tekadkan hati agar dalam waktu secepatnya KPM dampingan Anda segera keluar dari kemiskinan," ujar Harry.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini