nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa ITS Rancang Game untuk Berlatih Bahasa Inggris

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 14 65 1886669 mahasiswa-its-rancang-game-untuk-berlatih-bahasa-inggris-HrkImfa2rt.jpeg Tampilan Game Words War (Foto: Dok ITS)

JAKARTA - Di era milenial seperti sekarang ini, teknologi semakin berkembang. Tak terkecuali media pembelajaran di berbagai situs web. Hal tersebut dapat membantu seseorang untuk menigkatkan mutu proses belajarnya. Akan tetapi, sayangnya media pembelajaran yang ada saat ini belum bisa memberikan umpan balik ke penggunanya atau masih bersifat pasif.

Terinspirasi dari hal tersebut, dilansir dari laman ITS, Sabtu (14/4/2018) mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan sebuah media pembelajaran yang inovatif dan menarik.

Mereka adalah Ilham Cahya Suherman dari Departemen Sistem Informasi, Firman Maulana dari Departemen Teknik Informatika, dan Diah Rachmawati dari Desain Komunikasi Visual (DKV) yang berada di bawah Departemen Desain Produk Industri (Despro).

Ilham dan kawan-kawannya menciptakan sebuah game yang bermanfaat kepada masyarakat umum guna melatih dan meningkatkan kecakapan berbahasa internasional, yaitu bahasa Inggris, khususnya anak-anak yang memiliki hobi bermain game. Diberi nama Words War, game ini mengusung teknologi speech recognizition sebagai solusinya.

Speech Recognizition (SR), terang Ilham, adalah teknologi yang digunakan untuk mengonversikan sinyal akustik (suara) melalui mikrofon, sebagai bentuk perintah dalam mengoperasikan komputer secara otomatis.

“Jadi, pemain hanya perlu bermodal suara atau ucapan untuk mengendalikan atau menjalankan game tersebut dan SR ini hanya mampu dijalankan di Windows 10,” jelas mahasiswa angkatan 2015 ini.

Menurut Ilham yang bertindak sebagai ketua tim, game yang diciptakan ini bergenre shooter, artinya pemain akan mengalahkan lawan melalui tembak-menembak. Dalam permainan tersebut, pelaku penembak disimulasikan oleh kucing dengan pesawatnya dan pelaku yang ditembak disimulasikan oleh para monster.

Teknisnya, lanjut Ilham, pada area batas yang dimiliki kucing terdapat posisi atas, tengah, dan bawah. Setiap dari ketiga posisi tersebut terdapat kata atau kalimat bahasa Inggris. Jika kucing ingin berpindah posisi, maka pemain harus mengucapkan kata atau kalimat bahasa Inggris di posisi tersebut dengan lafal.

“Dalam mengeluarkan tembakan pun, pemain harus mengucapkan kata atau kalimat yang tersedia sebagai fungsi tembakan tepat sasaran ke lawan,” papar mahasiswa asal Malang ini.

Terakhir ia mengungkapkan, terdapat tujuh level dalam game ini, di mana masing-masing level memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dalam melafalkan kata atau kalimat dalam bahasa Inggris dengan cepat dan tepat.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini