nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paus Fransiskus Gusar dengan Serangan Militer ke Suriah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 16 April 2018 08:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 15 18 1886942 paus-fransiskus-gusar-dengan-serangan-militer-ke-suriah-E5I4rQ3haJ.JPG Pemimpin Umat Katolik sedunia Paus Fransiskus (Foto: Remo Casilli/Reuters)

VATIKAN – Pemimpin Umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mendesak para pemimpin dunia untuk memperbarui upaya membawa perdamaian ke Suriah. Pria asal Argentina itu mengaku sangat terganggu dengan kegagalan para pemimpin dunia untuk mengakhiri pertumpahan darah.

“Saya meminta sekali lagi kepada seluruh pemimpin politik sehingga keadilan dan perdamaian menjadi pemenang,” ujar Paus Fransiskus dalam prosesi Doa Angelus umat yang hadir di Basilika Santo Petrus, Vatikan, mengutip dari Reuters, Senin (16/4/2018).

“Saya benar-benar terganggu dengan situasi dunia saat ini, di mana, meski semua alat tersedia di komunitas internasional, sulit menyetujui tindakan bersama demi perdamaian di Suriah dan wilayah lain di dunia,” imbuh pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu.

BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah

Paus Fransiskus pekan lalu mengatakan sangat sedih mendengar adanya serangan senjata kimia di Douma, Suriah, yang menewaskan puluhan orang pada Sabtu 7 April. Pria berusia 81 tahun itu menyebut serangan senjata kimia sebagai instrumen pemusnahan.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah yang dilakukan bersama dengan Inggris dan Prancis pada Sabtu 14 April. Pria asal New York itu mengatakan, keputusan diambil untuk membalas serangan senjata kimia pasukan Suriah ke Douma.

BACA JUGA: Koalisi AS Tembakkan 100 Rudal Penjelajah ke Suriah

BACA JUGA: Presiden Suriah: Serangan Koalisi AS Tunjukkan Kegagalan Barat 

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, memastikan bahwa serangan ditujukan untuk menghancurkan kapabilitas senjata kimia, bukan menggulingkan rezim Suriah. London disebutnya tidak akan mengizinkan penggunaan senjata kimia sebagai sesuatu yang normal, entah itu di Suriah, jalanan Inggris, atau di tempat lain di seluruh dunia.

Pendapat senada diungkapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Pria berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa serangan yang dilakukan bersama AS dan Inggris karena pihaknya tidak menoleransi penggunaan senjata kimia yang terus-menerus terhadap warga sipil Suriah.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini