Polda Metro Ungkap Kronologi Penangkapan Pemasok Sabu ke Riza Shahab dan Reza Alatas

Badriyanto, Jurnalis · Minggu 15 April 2018 08:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 15 338 1886826 polda-metro-ungkap-kronologi-penangkapan-pemasok-sabu-ke-riza-shahab-dan-reza-alatas-5o5GVo8muJ.jpg Ilustrasi penangkapan bandar narkoba (Foto: Okezone)


JAKARTA - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Metro Jaya telah menangkap pemasok sabu terhadap aktor peran Riza Shahab dan pesinetron Reza Alatas. Pelaku berinisial YH ditangkap pada Jumat 13 April pukul 01.30 WIB di Apartemen The Wave Jalan Epicentrum Boulevard Timur, Menteng Atas, Jakarta Selatan.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan menyampaikan, dari tangan YH polisi mendapat barang bukti sabu seberat 0,85 gram yang diakuinya berasal dari tersangka berinisial MS. Pada hari itu juga sekira pukul 20.15 WIB polisi menangkap MS di depan Hotel Clasic Jalan Samanhudi, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Tersangka MS mengakui sabu tersebut diperoleh dari IA alias Bagol yang tinggal di Bogor," ungkap Suwondo kepada wartawan, Minggu (15/4/2018).

Bermodal keterangan tersangka MS, pada Sabtu 14 April kemarin sekira pukul 13.30 WIB petugas melanjutkan penggerebekan terhadap Bagol di sebuah kamar kost di Jalan Raya Cibanteng, Cihampea Bogor, Jawa Barat. Di tempat itu ternyata Bagol sedang pesta sabu dengan tiga orang teman-temannya.

"Dilokasi tersebut penyidik berhasil menemukan narkotika jenis ganja kering seberat 33 gram, timbangan, dan puluhan plastik klip, 1 buah bong dan 1 handphone," pungkasnya.

Tiga teman Bagol diserahkan ke Polsek Cihampea Bogor untuk diproses hukum. Sedangkan tersangka Bagol yang berperan sebagai bandar dalam kasus tersebut langsung digelandang ke Polda Metro Jaya, termasuk juga tersangka YH dan MS untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Diketahui, Riza Shahab dan Reza Alatas ditangkap pada Kamis 12 April kemarin di Apartemen The Wave, saat itu sedang bersama 2 rekannya Rizka Hijrah Syafitra dan Rastio Eko Fernando. Dari penangkapan tersebut dikembangkan dan dilakukan penangkapan di lantai 23 Unit 23 -1A terhadap Santry Napitupulu dan Wedo Satria Sakti.

Meski tidak ditemukan barang bukti, hasil tes urine semua pelaku dinyatakan positif ampetamine dan metamfetamin. Kini, mereka sedang menjalani assement dari pihak BNNP DKI Jakarta di Mapolda Metro Jaya sebelum diputuskan harus menjalani rehabilitasi rawat inap atau cukup rehabilitasi jalan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini