nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa IPB Teliti Keong Bakau untuk Obat Hepatitis

Susi Fatimah, Jurnalis · Senin 16 April 2018 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 15 65 1886857 mahasiswa-ipb-teliti-keong-bakau-untuk-obat-hepatitis-iyJzoANGwn.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Winda Aspika Reski Ananda meneliti pemanfaatan keong bakau untuk pengobatan penyakit hepatitis.

Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu terdorong melakukan penelitian terhadap keong bakau sebab keong jenis ini dipercaya memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat pesisir.

Selain itu, dalam penelitian terdahulu menunjukkan keong bakau memiliki kandungan protein yang tinggi dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.

Dengan dibimbing oleh Prof. Dr. Sri Purwaningsih dan Prof. Drh. Ekowati H, Winda mengambil judul penelitian "Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Keong Bakau (Telescopium sp.) pada Tikus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Parasetamol"

"Saat ini obat hepatitis masih sulit didapat dan harganya pun cukup mahal. Di sisi lain, kita memiliki potensi yang besar dari keong bakau. Dengan aktivitas antioksidannya yang cukup tinggi, saya tergerak untuk melakukan penelitian ini," kata Winda seperti dilansir dari laman IPB, Senin (16/4/2018).

Winda melakukan penelitiannya dengan melihat pengaruh ekstrak keong bakau terhadap kadar enzim Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT), Serum Glutamic Pyruvic Transaminase(SGPT), kadar malondialdehid (MDA), dan gambaran jaringan hati pada tikus.

Hasil penelitiannya menunjukkan ekstrak keong bakau memiliki kandungan senyawa bioaktif alkaloid, saponin, triterpenoid, dan steroid. Perlakuan pemberian ekstrak keong bakau pada hati tikus yang diinduksi obat parasetamol menyebabkan kadar MDAnya menurun. Hasil analisis histopatologi pada jaringan hati tikus menunjukkan adanya efek perlindungan dan perbaikan pada pemberian dosis 75 mg/kg BB.

Winda berharap hasil penelitiannya ini dapat memberikan informasi tentang kemampuan keong bakau sebagai hepatoprotektor, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari keong bakau di Indonesia.

“Saya juga berharap hasil penelitian ini dapat dikomersialisasi untuk kepentingan masyarakat luas," tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini