Image

Hamas Kecewa Fatah Minta Pelucutan Senjata di Gaza

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 16 April 2018 20:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 18 1887362 hamas-kecewa-fatah-minta-pelucutan-senjata-di-gaza-5wPoqAokUM.jpg Bendera nasional Palestina (Foto: AFP)

GAZA – Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, menyerukan pelucutan senjata kepada faksi Hamas di Jalur Gaza. Namun, seruan tersebut membuat penguasa Jalur Gaza sejak 2007 itu kecewa. Menurut faksi garis keras tersebut, imbauan untuk melucuti senjata justru membantu Israel.

“Permintaan pelucutan senjata yang datang dari Amerika Serikat dan Israel bukan hal yang aneh. Sebab, Israel adalah musuh kami dan Amerika Serikat adalah sekutu mereka,” ucap anggota senior Hamas, Mousa Abu Marzouk, melansir dari Middle East Monitor, Senin (16/4/2018).

“Isu yang aneh adalah permintaan itu datang dari Abbas. Dia melayani musuh tanpa harga seperti apa yang dia lakukan mengenai kerjasama keamanan yang sedang dilakukan sebagai imbalan untuk keuntungan pribadi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Kelompok Hamas dan Fatah Berdamai, Siap Bicarakan Pemilu di Palestina

Pekan lalu, Abbas mengatakan kepada Komite Sentral Fatah di Ramallah bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Mesir tidak akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Jalur Gaza jika Hamas tidak menyerahkan atau melucuti senjata mereka serta memberikan kekuasaan penuh kepada Otoritas Palestina.

Selang beberapa hari kemudian, utusan AS untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt ikut-ikutan meminta Hamas menyerahkan kontrolnya di Jalur Gaza serta melucuti senjata. Cara tersebut dinilai efektif jika ingin Gaza tersambung dengan dunia luar.

“Hamas harus menyerahkan kontrolnya di Gaza ke PA dan melucuti senjata. Jika ingin bergabung dengan dunia luar, mereka harus meredakan kekerasan, mengakui Israel, dan mematuhi kesepakatan masa lalu. Saatnya bagi Hamas untuk mengambil keputusan,” cuit Jason Greenblatt lewat akun Twitter.

BACA JUGA: Hamas Capai Rekonsiliasi dengan Fatah, "Selamat untuk Rakyat Palestina!"

Sebagaimana diketahui, Hamas dan Fatah memiliki wilayah kekuasaan masing-masing di Palestina. Faksi Fatah menguasai Tepi Barat dengan ibu kota di Ramallah, sementara Hamas menguasai Jalur Gaza. Fatah didukung oleh negara-negara Barat sedangkan Hamas dianggap sebagai kelompok teror.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini