Image

Raup 54,1% Suara, Milo Djukanovic Menangi Pilpres Montenegro

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 18 1887413 raup-54-1-suara-milo-djukanovic-menangi-pilpres-montenegro-VQQ3Zfttkr.JPG Milo Djukanovic sudah berkuasa di Montenegro sejak 1991 hingga 2016 (Foto: Stevo Vasiljevic/Reuters)

PODGORICA – Tokoh senior dunia perpolitikan Montenegro, Milo Djukanovic, dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden (pilpres) yang digelar Minggu 15 April. Komisi Pemilu Montenegro mengumumkan kemenangan pria berusia 56 tahun itu pada Senin 16 April siang waktu setempat.

Berdasarkan 97% suara yang sudah dihitung, Djukanovic meraih 54,1 % suara. Ia berhasil menyisihkan saingannya, Mladen Bojanic yang hanya meraup 33,2% suara. Komisi pemilihan mengatakan, partisipasi pemilih berada di 63,9% dari total penduduk Montenegro yang memiliki hak pilih.

Melansir dari Reuters, Selasa (17/4/2018), hasil lengkap penghitungan suara baru akan diumumkan beberapa hari ke depan. Sebab, pihak komisi pemilihan umum masih menunggu ada atau tidaknya keluhan mengenai penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Milo Djukanovic dan Partai Demokratik Sosialis (DPS) yang dipimpinnya membawa Montenegro bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 2017. Ia juga berjanji untuk menyelesaikan negosiasi terkait keanggotaan negara pecahan Yugoslavia itu ke dalam Uni Eropa (UE).

Namun, beberapa hari jelang pemilihan, Djukanovic justru mengubah pendekatannya. Ia mengatakan akan menyambut baik peningkatan hubungan dengan Rusia yang rusak sejak 2014. Podgorica adalah salah satu negara yang mendorong sanksi terhadap Moskow menyusul aneksasi Semenanjung Crimea oleh Rusia.

Pria asal Niksic itu merupakan figur dengan jam terbang tinggi di perpolitikan Montenegro, entah sebagai presiden atau perdana menteri, sejak 1991. Milo Djukanovic memutuskan mundur sebagai perdana menteri pada 2016 tetapi langsung mengutarakan akan kembali terjun dalam pemilihan presiden karena merasa bertanggung jawab atas masa depan Montenegro.

Selama kampanye, pihak oposisi menuduh DPS yang berkuasa menggunakan cara-cara curang. Djukanovic dan DPS juga dituduh terlibat tindak pidana korupsi, nepotisme, kronisme, serta menjalin hubungan dekat dengan kelompok-kelompok kriminal.

Para pengamat independen dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) mencatat ada beberapa kejanggalan selama pelaksanaan pemilu. Akan tetapi, mereka ragu kejanggalan tersebut berpengaruh banyak pada hasil pemungutan suara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini