nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turki Pilih Tidak Berpihak Terkait Serangan Udara ke Suriah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 08:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 18 1887439 turki-pilih-tidak-berpihak-terkait-serangan-udara-ke-suriah-YGOOjpt9OM.JPG Rudal Tomahawk yang diluncurkan AS ke Suriah (Foto: Reuters)

ANKARA – Pemerintah Turki memutuskan untuk tidak memihak atau melawan siapa pun terkait konflik di Suriah. Wakil Perdana Menteri (PM) Turki, Bekir Bozdag mengatakan, meski memiliki hubungan erat dengan Iran, Rusia, dan Amerika Serikat (AS), kebijakan yang diambil negaranya sungguh berbeda.

“Kebijakan Turki mengenai Suriah adalah tidak berdiri bersama atau menentang negara mana pun. Tidak ada perubahan dalam kebijakan tersebut,” ujar Bekir Bozdag, mengutip dari Reuters, Selasa (17/8/2018).

“Kami tidak memiliki kebijakan yang bersatu dengan AS terkait isu YPG, dan sikap Turki tidak berubah. Kami juga menentang dukungan tanpa syarat bagi rezim Suriah dan tentu saja kami bertentangan dengan Rusia dan Iran mengenai hal ini,” imbuh juru bicara resmi pemerintah Turki itu.

BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah

Komentar Bozdag itu diungkapkan guna merespons pertanyaan dari media terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa dukungan Turki terhadap serangan militer tiga negara ke Suriah pada Sabtu 14 April lalu telah memutuskan hubungan antara Ankara dengan Rusia.

Turki sendiri diketahui memiliki hubungan erat dengan Rusia dan Iran serta berkepentingan untuk meredakan kekerasan di Suriah. Meski demikian, Turki sejak lama meminta agar Presiden Suriah Bashar al Assad segera meletakkan jabatannya, sikap yang bertentangan dengan Rusia dan Iran.

BACA JUGA: Menlu Inggris: Serangan Militer Tidak Mengubah Jalannya Perang Suriah

BACA JUGA: Setelah Serangan, Trump Tetap Ingin Secepatnya Tarik Pasukan AS dari Suriah

Selain itu, Turki juga memiliki hubungan yang rumit dengan AS terkait keberadaan pasukan pembela rakyat Kurdi, YPG. Negeri Paman Sam diketahui memberi dukungan penuh bagi YPG untuk menyingkirkan kelompok militan ISIS, tetapi Ankara menganggap organisasi tersebut sebagai teroris karena berhubungan dengan militan Kurdi yang terlibat pemberontakan di tanah Turki.

Turki sepenuhnya mendukung serangan udara yang dilakukan oleh koalisi AS, Inggris, dan Prancis, pada Sabtu lalu. Tindakan tersebut diyakini perlu untuk mengirimkan pesan kepada Assad. Kendati demikian, Bozdag mengatakan bahwa Turki tidak ragu-ragu bekerja sama dengan negara manapun yang siap membela ‘prinsip yang benar’ di Suriah.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini