nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Operasi Tahap II, Novel Baswedan Masih Kontrol Mata ke Singapura

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 16 April 2018 07:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 337 1887032 usai-operasi-tahap-ii-novel-baswedan-masih-kontrol-mata-ke-singapura-yKujV5r45l.JPG Novel Baswedan (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Usai menjalani operasi tahap II terhadap matanya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih harus mendapatkan perawatan terhadap kedua matanya.

Operasi dan perawatan terhadap matanya merupakan imbas penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada 11 April tahun lalu. Novel pun harus bolak-balik Indonesia-Singapura untuk menjalani perawatan demi kesembuhan terhadap matanya.

“Kemarin juga sudah beberapa kali kontrol ke Singapura pasca-operasi,” ujar kakak Novel, Taufik Baswedan saat dikonfirmasi Okezone, Senin (15/4/2018).

Untuk jadwal kontrol mata Novel Baswedan, Taufik menjelaskan, dirinya tidak bisa memastikan. Itu karena tergantung kondisi mata penyidik senior KPK tersebut.

“Tidak pasti. Tergantung dari kondisi mata dan dokternya,” terang Taufik.

Mengenai kondisi mata dari Kepala Satgas Penyidik kasus korupsi e-KTP itu, sang kakak menyebut saat ini Novel tengah menyesuaikan pandangan matanya setelah lama tidak bisa melihat.

“Ya sekarang masih menyesuaikan pandangan. Setelah sekian lama mata kirinya ditutup dan tidak bisa melihat,” ucap dia.

(Baca Juga: Minim Barang Bukti Sulitkan Polisi Tangkap Pelaku Penyiraman Novel)

Diketahui, Novel Baswedan disiram air keras saat pulang dari salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat siraman air keras itu, mata Novel Baswedan rusak.

Novel sudah menjalani dua kali operasi besar di Singapura. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami pemulihan yang signifikan. Operasi kedua pun dilakukan pada Jumat, 23 Maret 2018.

(Baca Juga: 1 Tahun Berlalu, Eks Penasihat KPK Desak Pembentukan TGPF Kasus Novel)

Banyak pihak menduga bahwa kasus teror air keras terhadap Novel Baswedan punya kaitan dengan sikap Novel yang gencar menyidik berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan orang-orang berpengaruh.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini