Image

KPK Periksa 22 Anggota DPRD Sumut di Mako Brimob Terkait Suap Gatot

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 16 April 2018 10:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 337 1887091 kpk-periksa-22-anggota-dprd-sumut-di-mako-brimob-terkait-suap-gatot-zKUIegZfO5.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Antara)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap 22 anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut). Mereka akan diperiksa di Markas Komando Brimob Polda Sumut.

Ke 22 anggota DPRD tersebut diperiksa sebagai saksi untuk 38 tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait hak interpelasi dan pengesahan APBD Umut 2012-2013 dari mantan gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

"Hari ini penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi yang merupakan anggota DPRD Sumut untuk 38 tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (16/4/2018).

Febri menjelaskan, 22 anggota DPRD Sumut tersebut akan didalami terkait dugaan penerimaan suap terhadap ke-38 anggota DPRD yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Terutama, lanjutnya, terkait hubungan dengan kewenangan dan periode jabatan masing-masing anggota DPRD itu.

"Diduga penerimaan suap terkait dengan empat kondisi mulai dari peretujuan laporan pertanggungjawaban Gubernur hingga membatalkan interpelasi DPRD," tambahnya.

Febri pun berharap agar puluhan anggota DPRD yang dipanggil itu ko‎operatif untuk menjalani pemeriksaan. "Kami ingatkan agar para tersangka dan saksi dalam kasus ini kooperatif agar dapat dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka diduga telah menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan menerima gratifikasi dari Gatot Pujo Nugroho.

Adapun, Ke-38 anggota DPRD Sumut itu, yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembiring.

Kemudian, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Atas perbuatannya mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini