Image

KPK Limpahkan Berkas Penyidikan Bupati Lampung Tengah ke Penuntutan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 16 April 2018 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 337 1887382 kpk-limpahkan-berkas-penyidikan-bupati-lampung-tengah-ke-penuntutan-aDWX3mjzdK.jpg Bupati lampung tengah nonaktif Mustafa (Foto: Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan Bupati non-aktif Lampung Tengah, Mustafa. ‎Berkas penyidikan tersangka kasus dugaan suap pemulusan persetujuan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah tersebut pun dilimpahkan ke tahap penuntutan pada hari ini.

"Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka ke penuntutan atau tahap II atas nama MUS (Mustafa)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (16/4/2018).

Setelah dilimpahkan ke penuntutan, tim Jaksa penuntut umum pada KPK mempunyai waktu selama 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Mustafa. Nantinya, Bupati non-aktif Lampung Tengah itu akan segera disidang usai‎ tim Jaksa merampungkan surat dakwaan.

 

(Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa saat menjalani pemeriksan KPK (Foto: Antara)

(Baca: KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Lampung Tengah)

Febri menambahkan, sejauh ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 34 saksi dari berbagai unsur. Salah satu saksi yang sudah diperiksa untuk Mustafa yakni, Ketua DPRD Lampung Tengah, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, PNS Bina Marga, Pegawai Ditjen Bina Keuangan Daerah, Wakil ‎Bupati Lampung Tengah, Sekda Kabupaten Lampung Tengah, dan pihak swasta.

"Sedangkan tersangka MUS (Mustafa) sendiri sekurangnya telah tiga kali diperiksa sebagai tersangka," imbuh Febri.

Diketahui sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan persetujuan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

 (Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan Bupati Lampung Tengah)

Keempat tersangka tersebut yakni, Bupati Lampung Tengah, Mustafa; Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto; dan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Diduga, Bupati Mustafa sengaja menyuap pimpinan DPRD Lampung Tengah senilai Rp1 miliar untuk mendapatkan persetujuan pinjaman daerah APBD 2018 sebesar Rp300 miliar. Pinjaman daerah itu, nantinya akan digunakan Bupati Mustafa untuk membangun proyek infrastruktur di Lampung Tengah.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini