nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyidik Panggil Pelapor Amien Rais Terkait Pernyataan Partai Setan

Badriyanto, Jurnalis · Senin 16 April 2018 11:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 338 1887143 penyidik-panggil-pelapor-amien-rais-terkait-pernyataan-partai-setan-ItB46eI09o.jpg Amien Rais (foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya memanggil Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi untuk dimintai keterangannya selaku pelapor Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dengan tuduhan ujaran kebencian dan penodaan agama karena menyebut partai partai setan.

Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, penyidik meminta Aulia Fahmi agar datang pada siang ini untuk diintrogasi prihal tuduhannya terhadap Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 tersebut.

(Baca Juga: Sebut Partai Setan, Amin Rais Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya)

"Iya kita undang untuk dimintai keterangan," kata Adi Deriyan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/4/2018).

Namun begitu, Adi Deriyan tidak merinci informasi apa saja yang akan digali terhadap Aulia Fahmi sebagai pelapor atas kasus tersebut. Dia hanya menyampaikan, penyidik akan menanyakan soal dasar Aulia Fahmi melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya.

"Kami akan tanyakan alasan dan dasar laporannya. Nanti kita tunggu saja," tegasnya.

Sebelumnya, pada Minggu 15 April kemarin Amien Rais dilaporkan oleh Aulia Fahmi atas kasus ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta penodaan agama prihal ucapannya yang menyebut partai Allah dan partai setan di media sosial.

Amien Rais menyebut PAN, PKS, dan Gerindra sebagai partai yang membela Allah. Dia juga mengatakan, orang-orang yang anti-Tuhan akan bergabung dengan partai besar yang disebut sebagai partai setan, meski tak menyebutkan partai apa saja yang dimasksud.

(Baca Juga: Dilaporkan ke Polisi, PAN Sebut Amien Rais Tak Lakukan Ujaran Kebencian)

Aulia Fahmi tidak terima dengan pernyataan tersebut karena dinilai melawan hukum dan bernada provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia yang selama ini hidup rukun.

Laporan Aulia diterima polisi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus. Amien Rais terancam dijerat Pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui, serta Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini