Image

Sidang First Travel, Saksi Sebut Formulir Pernyataan Penundaan Keberangkatan Bisa 5 Kali

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 16 April 2018 16:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 16 338 1887301 sidang-penipuan-first-travel-saksi-sebut-formulir-pernyataan-penundaan-keberangkatan-bisa-5-kali-spKbnHMdCW.jpg 3 Terdakwa kasus penipuan umrah First Travel (Foto: Antara)

DEPOK - Saksi yang meringankan dari pihak terdakwa Abdul Salam mengatakan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok bahwa First Travel memberikan surat Syarat Ketentutan Umrah Promo (SKUP) kepada calon jamaah.

Dalam SKUP itu dimuat salah satu ketentuan yang menyebutkan bahwa penundaan keberangkatan jamaah bisa ditunda selama lima kali.

"Kami pernah disodorkan surat seperti formulir yang disebutkan ada sebuah ketentuan bahwa keberangkatan bisa ditunda sampai 5 kali," ucap Abdul di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (16/4/2018).

 (Baca: Saksi First Travel: Mohon Berangkatkan Kami Umrah)

Ia menuturkan penundaan lima kali itu dilakukan bila pihak First Travel berada dalam masalah. Hal itu tertuang dalam surat SKUP yang diberika pihak First Travel kepada calon jemaah.

"Pada waktu itu saya dan calon jemaah lainnya tetap menerima surat tersebut. Jadi kalau misalnya enggak bisa berangkat karena masalah apa, selama lima kali itu bisa ditunda," tuturnya.

Diketahui tiga bos First Travel diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang karena tidak memberangkatkan calon jemaah umroh sebanyak 63.310 dengan kerugian Rp905 miliar.

Mereka didakwa melanguugar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan atau pasal 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang - Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

(baca juga: Agenda Sidang First Travel Hari Ini Hadirkan Saksi yang Ringankan Terdakwa)

Sidang untuk 3 bos First Travel, yakni Andika Surachman, Anniesa Devitasari Hasibuan, dan Siti Nuraidah alias Kiki, kembali menjalani sidang lanjutan kasus perkara penipuan, penggelapan, dan pencucian uang oleh agen perjalanan umrah First Travel, di Pengadilan Negeri (PN), Depok Jawa Barat, Senin (16/4/2018).

Jaksa Heri Jerman mengatakan, agenda sidang kali ini akan menghadirkan saksi dari pihak terdakwa Bos First Travel. Nantinya saksi tersebut akan membeeikan keterangan yang meringankan bagi para terdakwa.

"Agenda pagi ini masih saksi a de charge (saksi yang meringankan terdakwa) yang diajukan kuasa hukum terdakwa," kata Heri saat dihubungi wartawan.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini