Image

Rebut Senpi Polisi, Bandar Sabu Tewas Ditembak di Kemayoran

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 16 April 2018 21:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 338 1887463 rebut-senpi-polisi-bandar-sabu-tewas-ditembak-di-kemayoran-V9PYivstpg.jpg foto: Illustrasi

JAKARTA - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat terpaksa menembak mati seorang bandar narkoba kelas kakap, T (34) di Kemayoran, Jakarta Pusat, sore tadi.

Wakapolres Metro Jakarta Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian mengatakan, pihaknya melakukan tindakan tegas karena tersangka berupaya merebut senjata api (senpi) milik petugas saat menangkapnya.

"Terpaksa kita melakukan tindakan tegas, karena T berupaya merebut senjata salah satu anggota kami," kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Arie pun mengukapkan penangkapan T, berawal pihaknya menangkap dua ibu rumah tangga, EF (55) dab BD (48) yang merupakan tangan kanan T dalam bisnis barang haram tersebut.

"Dari tangan pelaku EF kami menyita sabu seberat 0,69 gram. Lalu, dari pelaku BD kami amankan sebanyak 1,3 gram sabu," lanjutnya.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap nenek satu cucu dan ibu dua anak, pihaknya melakukan pengembangan yang mengarah ke seorang pria berinisial T.

 

(Rilis narkoba di Polres Jakarta Pusat / Foto: Fardi Okezone)

Dari keterangan dua pelaku, petugas mengantongi sejumlah informasi, termasuk sejak kapan T berbinis barang haram tersebut.

"Kami mengamankan T di kostan yang berada di Jalan Utan Panjang, Kemayoran. Dari tangan pelaku, kami menyita sebanyak kurang lebih 104 gram sabu yang disimpan di dasboard mobil BMW bernomor polisi B 888 RDI," ungkapnya.

Ternyata selain T, rupanya jaringan pengedar narkoba ini diketahui masih ada peran lain yang kini masih borunan polisi yakni Ace.

"Lalu kami mendapatkan petunjuk bahwa Ace berada di wilayah Kemayoran pada Senin dini hari tadi. Kami membawa serta tersangka T untuk menunjukkan lokasi Ace," sambungnya.

Lalu saat menunjukan lokasi persembunyian Ace, tersangka T mencoba merebut senjata petugas dan berusahan melatikan diri.

"Tersang T terkena peluru yang bersarang di dada. Kemudian kami rujuk di IGD RS Polri Kramatjati, namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong. Ini merupakan bagian dari tindakan tegas kami bagi para pengedar narkoba," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini