Tak Hanya di Pantai Kartini Jepara, Tari Erotis Juga 'Panaskan' Batam

Aini Lestari, Jurnalis · Senin 16 April 2018 17:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 340 1887325 tak-hanya-di-pantai-kartini-jepara-tari-erotis-juga-panaskan-batam-K5BC1Wgg78.jpg Tari erotis juga sempat hebohkan warga Batam. (Foto: Ist)

BATAM - Selain di Pantai Kartini, Jepara, atraksi tarian erotis juga terjadi di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu 14 April 2018. Aksi ini menjadi sorotan karena dilaksanakan di lokasi terbuka yang bersebelahan dengan Kantor Wali Kota Batam dan disaksikan banyak orang.

Aksi tarian cabul ini digelar dalam acara pesta rakyat yang diselenggarakan oleh salah satu ormas dan kelab motor yang ada di Batam. Tiga orang penari wanita dengan pakaian sangat minim tampak meliuk-liuk di depan sebuah mobil yang terparkir sembari disiram air dari mobil pemadam kebakaran yang juga sengaja disediakan di lokasi tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan atas kejadian yang telah meresahkan masyarakat Batam itu. "Kami masih melakukan pemeriksaan, baik kepada penyelenggara maupun penarinya," katanya.

Sementara itu, Walikota Batam HM Rudi mengaku tidak tahu atas aksi tarian tak pantas yang digelar oleh pengurus ormas yang baru saja dilantiknya. Ia juga mengaku telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Rudi menyampaikan hal tersebut melalui sejumlah grup pesan singkat WhatsApp.

"Ass ww saya sudah minta pihak kepolisian untuk bertindak sesuai dgn hukum yg berlaku dan kegiatan ini saya tidak tahu sama sekali waas ww," kata Rudi di sejumlah grup WhatsApp.

(Baca juga: Tari Erotis di Pantai Kartini, Polisi Tetapkan 2 Tersangka dan Buru Sexy Dancer)

Tak hanya itu, Rudi juga kembali mengirimkan pesan WhatsApp, yang isinya "Assalamualaikum.. Berulang kali saya pesan jaga warwah kalian dulu para pengurus dan baru bisa bisa jaga marwah orang lain waas," kata Rudi di sejumlah grup WhatsApp.

Aksa Halatu yang merupakan ketua panitia penyelengara mengaku khilaf. Aksa mengaku siap menerima konsekuensi atas aksi yang digelarnya tersebut. "Kepada seluruh masyarakat, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, saya juga melakukan koordinasi dengan MUI Batam dan saya siap menanggung semua konsekuensi dari kejadian ini," kata Aksa di Masjid Raya Batam Centre, Sabtu (14/4).

Aksa juga mengaku kejadian ini tidak diketahui Wali Kota Batam HM Rudi. Ia mengatakan yang memesan penari erotis tersebut adalah komunitas NVLF Batam. "Saya semula mengira penari yang datang berpakaian sopan, ternyata malah seperti itu. Sekali lagi saya minta maaf kepada seluruh warga Batam atas kejadian ini," ujar Aksa.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini