Kisah Penggembala Domba, Pekerjaan yang Sangat Diminati di Purwakarta

Mulyana, Jurnalis · Senin 16 April 2018 18:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 525 1887369 kisah-penggembala-domba-pekerjaan-yang-sangat-diminati-di-purwakarta-kne3QpHhj0.jpg

GARUT - "Tiada sukses diraih tanpa keterlibatan orang lain". Quote tersebut, sepertinya cocok untuk menggambarkan kisah hidup Mang Andi (58) warga Desa Salam Nunggal, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pertemuannya dengan Dedi Mulyadi di akhir 2016 lalu, ternyata berbuah kebahagian bagi dirinya. Bagaimana tidak, kahidupannya berangsur membaik setelah Dedi yang saat itu masih menjabat Bupati Purwakarta ini, memberinya modal. Modal berupa uang Rp 10 juta itu,kemudian dia belikan 3 ekor domba.

Jika menguak cerita hidup Andi sebelumnya, mungkin amatlah miris. Dinamika dalam kehidupannya, memang terhitung pelik karena dirinya tergolong warga tidak mampu. Apalagi, saat itu pekerjaan Andi hanya sebatas kuli gembala ternak yang hanya memperoleh upah dari sang empunya ternak dengan sistem ‘maro’.

Jadi, jika ternak yang dia gembala beranak dua, maka dia memperoleh jatah satu anak domba tersebut, satu lainnya jatah sang punya modal. Dan polanya begitu seterusnya. Bisa di bilang, akhir Tahun 2016 lalu, menjadi momentum perubahan dalam kehidupan Mang Andi.

Senin (16/4/2018) siang, Mang Andi kembali berkesempatan bertemu dengan mantan Bupati Purwakarta itu. Hanya saja, saat ini kapasitannya berbeda, yakni sebagai Cawagub Jawa Barat. Kedatangan Dedi ke kampungnya itu, tak lain untuk berkampanye.

"Waktu itu saya diberi bantuan oleh Kang Dedi Mulyadi. Beliau udunan bersama kawan-kawannya. Jumlahnya, Rp10 Juta. Saya belikan domba 3 ekor. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi 7 ekor," kata Mang Andi di Garut.

(Baca Juga: Dedi Mulyadi: Anak Muda Jangan Malu Beternak Domba)

Saat bertemu Dedi ini, Mang Andi pun bercerita soal kesuksesannya ini. Menurutnya, sejak membeli 3 ekor domba, Mang Andi tidak lagi menggembala domba milik orang lain. Dia fokus menggembala kambing miliknya sendiri hasil sumbangan dari Dedi Mulyadi dan kawan-kawanitu.

Mang Andi pun terlihat tak hentinya bersyukur. Mengingat, kehidupannya perlahan berubah dari penghasilannya beternak domba. Bukan hanya dapurnya yang kini ngebul setiap hari, rumahnya pun berhasil diperbaiki menjadi lebih layak.

Atas kondisi tersebut, dia mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi. Calon Wakil Gubernur Jawa Barat itu hari ini bersilaturahmi ke rumah Mang Andi untuk melihat keadaan kehidupannya kini.

“Saya terima kasih kepada Kang Dedi. Alhamdulillah, tempo hari dibantu. Kehidupan keluarga saya berubah drastis," tutur Mang Andi.

Seperti diketahui, Dedi Mulyadi memulai kegiatan ‘kukurusukan’ atau populer disebut ‘blusukan’ sejak Tahun 1999. Sejak saat itu, dia masih menjabat sebagai anggota DPRD Purwakarta. Kegemaran melakukan sentuhan langsung kepada masyarakat itu berlanjut saat dirinyamenjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta dan Bupati Purwakarta dua periode.

“Dulu saat di Purwakarta, semua daerah sudah pernah saya jelajahi. Kalau di Jawa Barat baru sekitar seribu lebih desa. Saya bahagia saja melihat orang seperti Mang Andi, pribadi yang mau mengubah kehidupan sendiri,” kata Dedi singkat.

Di Purwakarta sendiri, hasil ‘kukurusukan’ Dedi Mulyadi sudah menghasilkan kondisi yang mencengangkan. Kegemarannya memberikan modal ternak berupa domba kepada warga telah membuat populasi domba di wilayah tersebut meningkat pesat.

Bahkan, berdasarkan data pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, jumlah domba sudah mencapai 1 juta ekor. Sementara jumlah penduduk Purwakarta hanya sebanyak 960 ribu jiwa.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini