nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

90 Rektor PTN Kumpul Bahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh dan Online Learning

Susi Fatimah, Jurnalis · Senin 16 April 2018 16:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 65 1887321 90-rektor-ptn-kumpul-bahas-sistem-pendidikan-jarak-jauh-dan-online-learning-8dbJkQo0Jj.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

TANGSEL - Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengadakan pertemuan di Kampus Universitas Terbuka (UT), Tangerang Selatan pada Senin (16/4/2018).

Pertemuan yang dihadiri oleh 90 pimpinan PTN itu membahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Online Learning yang akan diterapkan pada PTN di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pendidikan tinggi di Indonesia harus melakukan perubahan dengan melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Hal ini untuk mengantisipasi perkembangan dunia yang begitu cepat.

”Tampaknya kita tidak bisa menunggu lagi, kita harus melakukan perubahan. Perubahan itu harus kita lakukan pada disruptive technology era, dan kita bisa memanfaatkan peluang yang baik," ujar Nasir dihadapan para pimpinan PTN di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan (16/4).

Nasir menjelaskan, di Eropa dan Amerika terkenal dengan istilah revolusi industri 4.0, namun beda dengan di China menggunakan istilah Made in China 2025. Hal itu bermakna bahwa target di tahun 2025 semua dunia menggunakan produk negeri Tiongkok.

"Saat ini mereka sedang menggembangkan kereta cepat sampai ke Eropa. Negara lain sudah menggembangkan ekonomi kelas dunia, di sinilah peran pendidikan tinggi di Indonesia agar dapat mengisi pembangunan yang ada di negeri ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, PJJ harus tetap memperhatikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karenanya, sistem PJJ harus diawasi dan didampingi cara pengelolaan sistem PJJ, bagaimana sistem pendidikan, sistem pemberian tugas, serta sistem penjaminan mutu, yang merupakan bentuk dari cyber university.

Sebagai kampus yang sudah terlebih dahulu menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Kemristekdikti memberikan mandat kepada Universitas Terbuka (UT) untuk memberi masukan dan mendukung seluruh PTN dalam pelaksanaan PJJ tersebut, sesuai dengan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki UT.

Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan, ini merupakan kehormatan bagi UT, dan UT telah membangun kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mensukseskan program stratergis PJJ dan Online Learning.

“UT siap sukseskan dan membantu perguruan tinggi lain dalam program PJJ dan Online Learning. Setidaknya UT sudah mendandatangi Nota Kesepemahaman dengan Universitas Borneo Tarakan(UBT), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Soedriman (Unsoed), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Institut Teknologi Sumatera dan kali ini dengan Universitas Jember, Universitas Lampung (Unila), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Bangka Belitung (UBB), ” terangnya.

Rektor Insitut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi berharap agar dengan diselenggarakannya sistem pendidikan jarak jauh ini, dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang saat ini masih di angka 31,5%.

“Saya kira apa yang disampaikan Pak Menteri ketika bertemu di Medan lalu, kita dapat meningkatkan APK kita yang rendah dibanding Malaysia 37.2%, Thailand 51.2%, Singapura 82.7% dan Korea 92.4%, ” pungkas Kadarsah.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini