Image

Awardee LPDP Buat Proyek Drone untuk Pertanian Indonesia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 11:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 65 1887394 awardee-lpdp-buat-proyek-drone-untuk-pertanian-indonesia-M9vxAiGLKc.jpg Foto: Dok LPDP

JAKARTA - Dua penerima beasiswa (awardee) LPDP yaitu Albertus Gian Dessayes Adriano (Gian) dan Ishak Hilton Tnunay (Tnunay) membuat Beehive Drones, yaitu proyek Beehive Agriculture untuk membantu petani dan industri pertanian dalam mengatur lahan pertanian dengan menggunakan pesawat tanpa awak yang bisa diakses dengan menggunakan aplikasi telepon genggam.

Dilansir dari laman LPDP, Selasa (17/4/2018), Gian menuturkan, ide yang diusung oleh ia dan temannya merupakan pesawat tanpa awak yang mampu melakukan pemindaian kesehatan tanaman, pendeteksian serangan hama, dan juga melakukan tindakan penanggulangan seperti menyebar pupuk dan pestisida.

Beehive Drones, lanjut dia bisa terbang dan melakukan tugas-tugas tersebut secara mandiri sehingga bisa digunakan oleh seluruh kalangan dengan berbagai latar belakang.

“Proyek ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil dari lahan pertanian yang ada. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani dan juga mengurangi konversi hutan menjadi lahan pertanian dalam rangka memenuhi permintaan pasar, yang telah menjadi masalah global di sebagian besar negara khususnya di Asia Tenggara,“ ujar pria yang menempuh pendidikan master (MSc) di Advanced Material Science and Engineering di Imperial College London.

Ia menjelaskan, proyek startup ini menginisiasi penerapan konsep Drone-of-Things, yaitu penggunaan teknologi swarm pesawat tanpa awak yang berbasis Internet-of-Things.

“Dengan menggunakan teknologi ini, sejumlah pesawat tanpa awak dapat dikirimkan seketika ke suatu wilayah untuk mengerjakan tugas bersama-sama berdasarkan permintaan pengguna,” jelasnya.

Terakhir, Gian dan Hilton berharap perusahaan startup yang mereka bangun mampu memberikan kontribusi berarti bagi rakyat Indonesia. Mereka sadar bahwa uang yang mereka gunakan berasal dari rakyat Indonesia. Oleh karenanya, keduanya berusaha untuk membayar kembali kebaikan rakyat Indonesia dengan membangun perusahaan berbasis teknologi. Dengan adanya pusat penelitian sistem pesawat tanpa awak ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup di Indonesia dan daya saing Indonesia di mata dunia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini