Pelajar Indonesia di China Tertipu Beasiswa, Menristekdikti: Itu Agen Ilegal

Susi Fatimah, Jurnalis · Senin 16 April 2018 19:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 65 1887407 pelajar-indonesia-di-china-tertipu-beasiswa-menristekdikti-itu-agen-ilegal-o9aFeVw9rM.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

JAKARTA - Ribuan pelajar Indonesia menjadi korban penipuan agen penyalur pelajar ke China. Mereka mengiming-imingi pelajar dengan beasiswa studi ke China. Hal tersebut dikatakan mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Bagus Ari Haryo Anugrah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, agen yang memberangkatkan pelajar Indonesia ke China merupakan agen yang tidak mendapat rekomendasi dari Kemristekdikti alias agen gelap.

"Diimingi beasiswa tapi ternyata di lapangan tidak dapat beasiswa. Saya minta laporkan ke kementerian tapi tidak ada yang mau melapor," ujar Nasir di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Nasir menjelaskan, agen yang mendapat rekomendasi seperti USAID dan AMINEF dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Jika tidak ada rekomendasi dari pemerintah, maka agen tersebut ilegal.

"Itu agen gelap tidak mendapat rekomendasi," tuturnya.

Nasir mendesak para mahasiswa asal Indonesia yang menjadi korban penipuan segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

"Biar polisi nanti yang tangkap karena di tempat saya tidak ada izin ke luar negeri melalui agen. Semua melalui lembaga yang disahkan oleh kementerian," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Bagus Ari Haryo Anugrah mengatakan, dari 14.000 pelajar Indonesia di Tiongkok, sebagian besar merupakan korban penipuan agen

Menurut dia, agen-agen tersebut mendatangi calon korban ke daerah-daerah di Indonesia untuk menawari beasiswa di sejumlah perguruan tinggi di daratan Tiongkok.

"Setelah sampai di sini, ternyata kami-kami ini tidak mendapatkan beasiswa, padahal sudah telanjur sekolah. Bahkan, ada di antara kami yang harus menjual tanah dan sawah orang tuanya di kampung agar bisa membayar utang ke kampus," kata mahasiswa kedokteran di Capital Medical Univesity, Beijing itu.

Mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengaku menjadi korban agen dari Cina yang bekerja sama dengan oknum instansi pemerintahan di Indonesia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini